Breaking News:

Berita Sampang

Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Bawah Umur, Keluarga Korban Lapor Polres Sampang Seusai Diancam

Keluarga korban kekerasan seksual di Sampang mengaku mendapat ancaman melalui sambungan telepon oleh sesorang tidak dikenal, Selasa (13/10/2020).

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Sampang, Selasa (13/10/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Keluarga korban kekerasan seksual di Kabupaten Sampang mengaku mendapat ancaman melalui sambungan telepon oleh sesorang tidak dikenal,  Selasa (13/10/2020).

Namun, ancaman tersebut tidak berupa ancaman fisik melainkan hanya ancaman verbal.

Hal itu lantas membuat keluarga korban kekerasan seksual mendatangi ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Sampang, Selasa (13/10/2020).

Mereka mempertanyakan perkembangan kasus yang dilaporkan pada tanggal 9 Oktober 2020.

Kedatangan keluarga korban tampaknya mendapatkan angin segar lantaran terlapor sudah diamankan satu hari setelah laporan dilayangkan.

Baca juga: Bansos Beras Disalurkan pada 43.430 KPM PKH di Pamekasan, Segera Laporkan Jika Kualitas Beras Jelek

Baca juga: Mobil Terbakar di SPBU Karangketug Kota Pasuruan, Polisi Menduga Kebakaran Dipicu Korsleting Listrik

Baca juga: BREAKING NEWS - Mobil Carry Terbakar di SPBU Pasuruan, Seluruh Bagian Mobil Hangus Dilalap Api

Baca juga: Mobil Terbakar saat Isi Bensin di SPBU Karangketug Kota Pasuruan, Pemilik: Api Muncul dari Belakang

"Saya mendapatkan surat perkembangan hasil penyelidikan dari kepolisian dan saya juga mendapatkan A1, A2, A3, dan A4 jadi posisi pelaku saat ini sudah ditangkap dan penyidikan akan dilimpahkan ke proses penyidikan selanjutnya," kata pendamping keluarga Bunga yang enggan disebutkan namanya.

Pendamping keluarga korban menjelaskan, ancaman diberikan melalui telepon dan sempat mengancam akan menyakiti keluarga beserta saksi.

"Ancaman akan dilakukan bila kami tidak mencabut laporannya," ucapnya.

"Bahkan hampir setiap hari ada tamu ke rumah meminta laporan agar tidak dilanjut," imbuhnya.

Sementara, dalam kasus ini terlapor merupakan teman dekat Bunga berinisial R (22) yang tempat tinggalnya masih tetangga desa.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved