Breaking News:

Berita Sampang

Angka DBD di Sampang Turun, Dinas Kesehatan Minta Warga Menguras Bak Mandi dan Menabur Bubuk Abate

Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang meminta dorongan kepada semua pihak dengan cara serentak melakukan antisipasi demam berdarah dengue.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Jalan KH. Wahid Hasyim Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Dalam sepekan terakhir, sejumlah wilayah di Kabupaten Sampang, Madura mulai diguyur hujan, salah satunya daerah perkotaan Sampang, Senin (26/10/2020).

Kondisi tersebut memaksa masyarakat untuk selalu waspada terhadap keberadaan nyamuk yang menjadi penyebab terjangkitnya demam berdarah dengue (DBD).

Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) sejak sembilan bulan terakhir memang lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Sampang, Hanian Maria mengatakan, sejak bulan Januari hingga bulan September 2020 jumlah warga terjangkit DBD 181 orang.

Baca juga: Milenial Madura Ikuti Pelatihan Pengenalan Aplikasi Vidy Coin dan Edukasi Tentang Mata Uang Digital

Baca juga: Tingkatkan Kualitas, Dinas Pertanian Kabupaten Sampang Akan Lakukan Revitalisasi Kelompok Tani

Baca juga: Parkir Liar di Puskesmas Kedungdung Sampang Ganggu Layanan Kesehatan, Dinas Terkait Belum Bertindak

Namun, angka penderita tersebut jauh lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya yang diketahui hingga mencapai sekitar 600 orang .

Tahun 2020, demam berdarah dengue (DBD) mayoritas menyerang anak pada usia lima hingga 14 tahun.

Terutama anak yang duduk di Sekolah Dasar (SD), sedangkan bagi orang dewasa minim karena kekebalan tubuhnya lebih kuat.

"Terdapat tiga kecamatan yang rawan dan memiliki tingkat kasus DBD paling banyak, diantaranya Kecamatan Sampang, Karang Penang dan Kedungdung," ujarnya kepada TribunMadura.com.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang meminta dorongan kepada semua pihak dengan cara serentak melakukan antisipasi demam berdarah dengue.

Pastinya, melalui memutus perkembangbiakan nyamuk, salah satunya melalui menguras bak kamar mandi atau tempat penampungan air lainnya.

Baca juga: Angin Puting Beliung Porak-porandakan 2 Wilayah di Kabupaten Bondowoso, Dilaporkan 9 Bangunan Rusak

Baca juga: Operasi Zebra Semeru 2020, Jalur Menuju Kawasan Pantai di Kabupaten Tulungagung Jadi Perhatian Utama

Baca juga: Selama Enam Bulan, 181 Lebih Warga Kabupaten Sampang Madura Derita DBD

"Termasuk rutin memberikan Abate di tempat penampungan air untuk membasmi jentik nyamuk," terang Hanian Maria.

Di sisi lain, Dinas Kesehatan Kabupaten Sampang sudah melakukan koordinasi dengan pihak desa, kecamatan, hingga puskesmas untuk mensosialisasikan penanganan mencegah demam berdarah dengue.

"DBD dapat berakibat kematian jika penanganannya terlambat, maka dari itu perlu kesadaran dari semua pihak untuk melawan penyakit DBD," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved