Virus Corona di Pamekasan

Sebagian Warga Pamekasan Dinilai Tak Paham Istilah New Normal, Malah Anggap Covid-19 Berakhir

Sebagian masyarakat Pamekasan beranggapan bahwa pandemi virus corona Covid-19 sudah berakhir.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
pengurus RAPI 19 Pamekasan bagi-bagi masker gratis di Pasar Tumpah di Bilangan, Jalan Cokroatmojo, Kelurahan Parteker, Kecamatan Kota Pamekasan, Selasa (10/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Sebagian warga Kabupaten Pamekasan, Madura, dinilai tidak memahami arti kehidupan adaptasi baru (new normal).

Sebagian masyarakat Pamekasan beranggapan bahwa pandemi virus corona Covid-19 sudah berakhir.

Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 RSUD Dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, dr Syaiful Hidayat mengatakan, kehidupan adaptasi kebiasaan baru artinya masyarakat harus membiasakan diri hidup dengan protokol kesehatan.

Masyarakat harus membiasakan diri dengan wajib memakai masker saat hendak ke luar rumah atau saat akan melakukan aktivitas.

Baca juga: Motor Dicuri Maling, Pria ini Malah Dapat Kado dari Pelakunya, Ada Benda Menggantung di Pagar Rumah

Baca juga: Mantan Karyawan Bank Tipu 15 Orang Mitra Kerja Lewat Investasi Trading, Raup Untung hingga Rp 15 M

Baca juga: Peringatan Hari Guru Nasional, Ketua IGI Pamekasan Minta Pemerintah Perhatikan Kesejahteraan Guru

Warga juga diminta menjaga jarak dengan orang lain dan mencuci tangan sebelum serta sesudah melakukan aktivitas.

"Diterapkannya adaptasi kebiasaan baru ini bukan berarti virus Coronanya sudah hilang," kata dr Syaiful Hidayat saat diwawancarai TribunMadura.com di ruang kerjanya, Rabu (25/11/2020).

"Jadi harus disosialisasikan bahwa virus Corona ini masih mengancam sampai saat ini," sambung dia.

Menurut dokter Spesialis Penyakit Dalam yang akrab disapa Yayak itu, akhir-akhir ini di Pamekasan, penularan Covid-19 banyak terjadi di lingkungan masyarakat.

Sehingga, pengawasan yang dilakukan oleh tim penanggulangan Covid-19 setempat harus lebih ekstra untuk memutus mata rantai penularannya.

"Sumber penularannya di situ (lingkungan masyarakat). Ya berputar-putar di area situ saja virusnya," jelasnya.

Yayak meminta kepada semua pihak agar lebih ekstra berhati-hati dalam menghadapi situasi pandemi Covid-19 ini agar tidak tertular.

Menurut dia, bila sumber penularan Covid-19 ini tida segera diatasi, maka wabah ini akan terus berlangsung di Pamekasan.

"Kita selamanya akan menemani virus Corona ini, jika perilaku kita masih seperti ini (tidak patuh protokol kesehatan). Mungkin itu yang harus menjadi bahan pertimbangan dan perhatian bagi kita," peringatnya.

Yayak mengajak semua elemen masyarakat, gugus tugas dan seluruh stakeholder di Pamekasan agar bahu-membahu ikut andil memutus mata rantai penularan Covid-19 ini.

Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 RSUD dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, dr Syaiful Hidayat saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/11/2020).
Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 RSUD dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, dr Syaiful Hidayat saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (25/11/2020). (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

Caranya, kata dia sangat sederhana, cukup patuhi protokol kesehatan yang sudah dianjurkan oleh pemerintah.

"Semuanya harus bahu-membahu, benar-benar harus mematuhi protokol kesehatan, semuanya harus memberikan contoh yang baik tentang protokol ini. Jangan saling menyalahkan," pintanya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved