Breaking News:

Virus Corona di Malang

Masuk Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang, Wisatawan dari Luar Kota Wajib Bawa Hasil Rapid Test

Wisatawan dari luar yang berkunjung ke wilayah Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, diwajibkan membawa hasil rapid test

TRIBUNMADURA.COM/KUKUH KURNIAWAN
Wali Kota Malang, Sutiaji melakukan patroli dan mengecek gereja beserta pos pengamanan bersama Forkopimda, Selasa (22/12/2020) siang. 

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Wisatawan dari luar yang berkunjung ke wilayah Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang, Jawa Timur, diwajibkan membawa tes cepat antigen dan rapid test antibodi dengan hasil negatif atau non reaktif.

Hal itu diutarakan langsung oleh Wali Kota Malang, Sutiaji melakukan patroli mengecek gereja dan pos pengamanan, Selasa (22/12/2020) siang.

"Jadi tiga daerah yaitu Kota Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Malang telah sepakat untuk melakukan rapid test bagi wisatawan yang akan datang. Dan Malang Raya juga sudah sepakat, bahwa akan melakukannya dengan memakai rapid test antibodi," ujarnya kepada TribunMadura.com.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Lamongan Tambah 60 dalam Sehari, Satgas Penanganan Covid-19 Ungkap Penyebabnya

Baca juga: Wajib Rapid Test Antigen, Puluhan Calon Penumpang KA di Stasiun Mojokerto Kecewa Sampai Refund Tiket

Baca juga: Risma Digadang-gadang Jadi Mensos, Pengamat Politik: Peluang Risma Masuk Kabinet Terbuka Lebar

 

Kebijakan atau aturan itu akan segera diberlakukan dengan penegasan melalui Surat Edaran Wali Kota Malang Malang.

Di mana dalam Surat Edaran (SE) baru itu berkaitan dengan aturan bagi wisatawan ataupun para pendatang yang akan berkunjung ke Kota Malang.

Dan di dalam SE tersebut, nantinya berisi tentang kewajiban wisatawan yang diharuskan menunjukkan hasil rapid test saat datang ke Kota Malang.

Namun untuk di wilayah Kota Malang sendiri, pihaknya memperbolehkan pemeriksaan dari dua jenis rapid test.

Yakni, rapid test antibodi dan rapid test antigen.

"Perlu kami sampaikan bahwa kami membuat pilihan tentang jenis rapid test tersebut, yaitu rapid test antibodi dan rapid test antigen. Sehingga bagi wisatawan yang akan masuk ke Kota Malang, bisa memakai dan menunjukkan hasil pemeriksaan salah satu dari dua jenis rapid test itu. Dan hal itu sudah saya cantumkan di Surat Edaran, yang saat ini masih berada di meja Sekda," jelasnya.

Selaim itu dirinya juga mengungkapkan di setiap pos perbatasan kota, juga akan dilakukan pemeriksaan rapid test bagi kendaraan berplat luar Malang Raya.

Baca juga: BREAKING NEWS Plt Direktur RSUD Genteng Banyuwangi Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Covid-19

Baca juga: Berhasil Tangkap Pencuri Kotak Amal Masjid, Babinsa Bugih Terima Penghargaan dari Kapolres Pamekasan

Baca juga: BREAKING NEWS - Cari Rongsokan, Pemulung Temukan Granat Diduga Aktif di Desa Beji Tulungagung

"Kami lakukan secara sampling. Tidak seperti saat PSBB, dimana kendaraan dari luar Malang Raya seluruhnya diperiksa. Karena nanti akan menumpuk dan menimbulkan kemacetan," bebernya.

Sementara itu Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol Leonardus Simarmata menjelaskan cara pemeriksaan rapid test di pos perbatasan kota bagi kendaraan berplat luar Malang Raya.

"Nanti Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang yang menyediakan rapid test antibodinya. Kami akan lakukan secara sampling dan selektif prioritas. Karena kami tidak menginginkan adanya kemacetan yang akan menimbulkan kerumunan," tandasnya.

Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved