Breaking News:

Berita Pamekasan

DPRD Desak Pemkab Pamekasan Kafe dan Resto Wiraraja Ditutup Permanen

DPRD Pamekasan meminta Pemkab Pamekasan bertindak tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan pengelola karaoke Hotel dan Resto Wisata Wiraraja

TRIBUNMADURA.COM/MUCHSIN RASJID
Komisi I, DPRD Pamekasan saat dialaog dengan pihak eksekutif, Formpimka Tlanakan dan Format Bersatu, di ruang sidang utama DPRD Pamekasan . 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - DPRD Pamekasan meminta Pemkab Pamekasan bertindak tegas terhadap pelanggaran yang dilakukan pengelola karaoke Hotel dan Resto Wisata Wiraraja, Jalan Raya Tlanakan, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan.

Bahkan, kini dewan sepakat jika Hotel dan Resto Wiraraja yang berdiri di atas tanah reklamasi pantai pada 2015 lalu ditutup selamanya.

Selain izin reklamasi dinilai illegal, kafe dan karaokenya serta rumah makannya, sejak 31 Desember 2019 lalu izinnya sudah mati. Hingga kini belum diperbarui, lantaran ada beberapa persyaratan yang belum dipenuhi.

Baca juga: Kisah Nenek Mardinep Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot, Nasib Berubah Usai Didatangi Pemkab Sampang

Baca juga: Madura United Putuskan Bubarkan Pemain, Fokus Pembenahan Administrasi Internal dan Memantapkan MUFA

Baca juga: 5 Shio Ini Diramal Paling Beruntung Dalam Segala Hal di Tahun 2021, Apakah Shio Kamu Termasuk?

Baca juga: Polsek Tamberu Sosialisasikan Maklumat Kapolri, Imbau Tak Ada Kerumunan Saat Perayaan Tahun Baru

Pernyataan ini terungkap dalam pertemuan antara Komisi I, DPRD Pamekasan, yang dimpim Ketua Komisi I, Imam Hosairi, dengan pihak eksekutif, diantaranya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pamekasan, Agus Mulyadi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Amin Jabir, Kepala Satpol PP Pamekasan, Kusairi, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Pamekasan, Muharram dan sejumlah warga yang tergabung dalam Forum Masyarakat Kecamatan Tlanakan (Format) Bersatu, Camat Tlanakan, Kapolsek Tlanakn, serta Koramil Tlanakan, di ruang sidang utama DPRD Pamekasan, Senin (28/12/2020).

Zainullah, juru bicara Format Bersatu Pamekasan, mengungkapkan, kali ini pihaknya diundang dewan untuk mengikuti pertemuan menyangkut Resto Wiraraja yang pernah sampaikan kepada dewan beberapa waktau sebelumnya minta ketegasan dari pemerintah agar Kafe dan Resto Wiraraja ditutup selamanya, karena keberadaan lokasi itu tidak mengantongi izin dan meresahkan masyarakat.

“Apalagi beberapa waktu lalu, malah kami dikagetkan dengan penggerebekan sembilan orang saat pesta ekstasi di hotel dan ruang karaoke Hotel dan Resto Wisata Wiraraja di sana. Padahal lokasi itu sudah ditutup,” ungkap Zainullah.

Ali Maskur, anggota Komisi I DPRD Pamekasan, dalam pertemuan itu meminta kepada pihak eksekutif agar hasil keputusan ini disampaikan pada bupati sebagai landasan mengambil langkah tegas.

 Karena sudah jelas, apa yang dilakukan pihak Kafe dan Resto Wiraraja merupakan pelanggaran berat yang sudah mencederai masyarakat dan pemkab.

Menurut Ali Maskur, selama ini Satpol PP tidak transaparan dan dinilai terlalu lemah untuk memberikan tindakan tegas terhadap Kafe dan Resto Wiraraja, sehingga langkah yang pernah dilakukan Satpol PP terhadap Kafe dan Resto Wiraraja, tidak pernah memberikan efek jera dan tetap buka, walau sudah  ditutup.

Baca juga: Kota Madiun Zona Merah Covid-19, Lampu di Taman Hiburan dan Fasilitas Umum Dimatikan Pukul 20.00 WIB

Baca juga: Siap-siap Kaya! 5 Shio Ini Mampu Meraih Kesuksesan di Tahun 2021 dan Dapat Keberuntungan Luar Biasa

Baca juga: Polemik Tanah Ponpes Rizieq Shihab di Megamendung, Mahfud MD: Kalau untuk Pesantren Teruskan Saja

Baca juga: Inlah Daftar Bantuan yang Akan Dibuka Kembali di 2021, Ada Kartu Prakerja, Subsidi Gaji dan BLT UMKM

“Kami setuju kalau Kafe dan Resto Wiraraja ini dututup permanen. Kami sudah capek, bolak-balik diperingati, disegel dan ditutup, tetap saja pengelolanya tidak jera. Sehingga perlu langkah hukum terhadap tindakan pengelolanya itu. Andaikan saya seoranga bupati, bukan hanya ditutup, lokasi itu saya ratakan dengan tanah,” tegas Ali Maskur.

Sedang Kepala Satpol PP, Kusairi, mengatakan, sudah sering memperingatkan pemilik Kafe dan Resto Wiraraja itu, agar untuk sementara ini lokasi itu tidak melakukan kegiatan, sebelum semua persyaratan dipenuhi.

Jika di lokasi itu tetap dilakukan aktivitas, maka berhadapan dengan aparat, karena telah melanggar dengan ancaman sangsi tegas.

Penulis: Muchsin Rasjid
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved