Breaking News:

Pilkada Serentak 2020

Bawaslu Jatim Sebut Netralitas ASN Mendominasi Pelanggaran Pilkada Serentak 2020

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur telah memproses 624 pelanggaran selama pilkada 2020. Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera

Penulis: Bobby Koloway | Editor: Elma Gloria Stevani
Tribunnews.com
Ilustrasi Pilkada Serentak 2020 di Indonesia. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Timur telah memproses 624 pelanggaran selama pilkada 2020.

Hal ini dilakukan untuk memberikan efek jera.

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu Jatim, Muh Ikhwanudin Alfianto menjelaskan, beberapa di antaranya dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Di banyak tempat, khususnya ada petahana, potensi keterlibatan dan dugaan pelanggaran oleh ASN tinggi," kata Ikhwanudin di Surabaya.

Baca juga: Gubernur Khofifah yang Positif Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri, Tetap Bekerja dan Rakor Virtual

Baca juga: Bakal Diperiksa sebagai Tersangka, Gisel dan Yukinobu de Fretes Bisa Ditahan karena Pengakuan?

Baca juga: Jadwal Acara TV di RCTI, GTV dan SCTV Senin 4 Januari 2021, Jangan Lewatkan Tayangan Ikatan Cinta

Baca juga: Bongkar Sifat Asli Gading Marten Saat Masih Jadi Pacarnya, Astrid Tiar: Setia dan Nggak Pernah Marah

Saat diproses oleh Bawaslu, para pelanggar mengaku tidak mengetahui bahwa hal itu bagian dari pelanggaran.

"Kami juga meneruskan ke Komisi ASN (KASN) hingga turun sanksi agar memberi efek jera. Artinya, akan sekaligus mencegah melakukan pelanggaran serupa,” terangnya.

Selain itu, Ikhwan juga menyorot putusan tentang politik uang. Di pilkada sebelumnya, belum ada putusan pelanggaran politik uang sejak tahun 2018.

Tetapi tahun 2020, terdapat 2 putusan politik uang.

"Di Jember sudah ada putusan 3 tahun penjara dan di Kabupaten Malang putusan 1 tahun percobaan," tambah Ikhwan.

Politik uang merupakan bagian dari fokus pencegahan maupun penindakan bagi penyelenggara.

"Ini membuktikan bahwa Bawaslu serius menangani pelanggaran politik uang," tegasnya.

Tak selesai di situ, ada pula penegakan protokol kesehatan. Pria asal Ponorogo melihat tahun 2020 menjadi pertama sepanjang sejarah dilangsungkan saat pandemi.

Bawaslu turut mendapat tambahan tugas terkait menegakkan protokol kesehatan.

"Tentu ini bukan tugas yang mudah," katanya.

Baca juga: ALFAMART Umbar Promo Awal Tahun, Promo Serba Beli 2 Gratis 1, Perlengkapan Mandi, Susu, Camilan

Baca juga: Meski Ditetapkan Tersangka, Gisel Lanjut Endorse Produk dan Masih Semringah, Psikolog:Sudah Terlatih

Baca juga: Masuk Dua Besar di Survei LKPI, Golkar Jatim Optimistis Tatap Target 17 Kursi DPRD pada Pemilu 2024

Baca juga: Penyebaran Covid-19 Tinggi, Pembelajaran Tatap Muka di Kabupaten Sidoarjo Kembali Ditunda

"Tetapi karena komitmen kita bersama akhirnya pilkada berjalan sehat. Tidak ada kluster baru," katanya.

Sekalipun demikian, bukan berarti tak ada pelanggaran protokol kesehatan.

"Sebanyak 406 kegiatan kampanye yang dianggap melanggar, kami terbitkan surat peringatan tertulis dan puluhan yang kami bubarkan,” tambahnya

Tidak hanya itu, Ikhwan menuturkan pihaknya juga merapikan jajaran penyelenggara pilkada yang diduga melanggar kode etik.

Setidaknya ada 10 penyelenggara ad hoc yang telah diproses.

“Bawaslu juga serius menangani pelanggaran kode etik penyelenggara. Di Kabupaten Kediri itu pernah ada Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang bagi-bagi masker pasangan calon. Kemudian kami rekomendasikan KPU memproses lebih lanjut,” tuturnya.

Pun demikian, Bawaslu se-Jatim menurut Ikhwan telah memproses 398 pelanggaran administrasi. Baik itu Alat Peraga Kampenye (APK) dan Non APK.

"398 pelanggaran administrasi sepanjang 2020. Artinya ini cukup banyak yang diproses oleh Bawaslu se-Jatim,” tuturnya

Dalam catatan Ikhwan, di sejumlah daerah terdapat temuan cukup banyak.

“Temuan terbanyak di Pacitan, Gresik, dan Tuban," katanya.

"Untuk laporan paling banyak di Surabaya dengan 28 laporan dan 12 temuan. Di Ponorogo ada 23 laporan dan 9 temuan. Ini membuktikan partisipasi masyarakat untuk mengawal demokrasi semakin meningkat,” pungkas Ikhwan.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved