Breaking News:

Berita Sumenep

3 Kafe di Sumenep Ditutup Paksa Satpol PP, Kedapatan Langgar 2 Aturan, Kini Diberi Garis Polisi

Ketiga kafe di Sumenep itu ditutup karena dianggap telah melanggar protokol kesehatan Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/ALI HAFIDZ SYAHBANA
Penutupan kafe di Sumenep, Rabu (13/1/2021). 

Wartawan TribunMadura.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNMADURA.COM, SUMENEP - Tim gabungan operasi yustisi Kabupaten Sumenep terpaksa menutup tiga kafe, Selasa (12/1/2021) malam.

Penutupan kafe dilakukan setelah pemilik diketahui melanggar protokol kesehatan Covid-19 dan pengelola tidak bisa menunjukkan izin operasi.

Tiga kafe itu berada di Jalan Seludang, belakang Pasar Anom dan di Desa Pabian, yakni kafe Cuan, Tecafe86, dan Jipex Teen.

Ketiga kafe itu ditutup dengan diberi garis polisi oleh tim gabungan dari Satpol PP, TNI-Polri, Perizinan, dan BPBD Sumenep.

Baca juga: Pelebaran Jalan Provinsi di Sampang Terus Dilakukan, Proses Pelelangan Proyek Diharap selesai Segera

Baca juga: Tahun 2021, Gaji Kepala Desa dan Perangkatnya Naik, Ketua Komisi 1 DPRD Sumenep Soroti Keputusan

Baca juga: Sumenep Dilanda Banjir Tiap Tahun, Dinas PRKPCK Ungkap Sebabnya, Mulai Drainase hingga Lahan Datar

"Tadi malam bersama tim gabungan kita gelar operasi. Kita menutup 3 kafe, yakni kafe Cuan, Tecafe86, dan Jipex Teen," kata Kasatpol PP Sumenep, Purwamto Edi Prawito, Rabu (13/01/2021).

Penutupan ini dilakukan sesuai dengan penegakan Perbup No 5 tahun 2020, tentang penegakan disiplin prokes.

Sebelumnya, kata dia, pihaknya sudah memberi peringatan kepada pihak kafe sebelum melakukan penutupan itu.

"Sebelumnya kami meminta agar kafe dan restoran ditutup maksimal sampai jam 8 malam. Namun, nyatanya masih ada yang bandel," katanya.

Dia juga menjelaskan, ketiga tempat usaha itu diberi sanksi penutupan sementara hingga memenuhi ketentuan yang berlaku. Misalnya, seperti yang belum punya izin untuk segera mengurusnya.

"Kafe yang belum mempunyai izin segera urus perizinannya, pembuatan tidak sampai sehari kok, jadi yang sudah ditutup tadi, kalau sudah punya izin nanti laporan ke kita," terangnya.

Sementara, Kabag Ops Polres Sumenep, Kompol Achmad Robial mengatakan jika Polri dan TNI membantu pemerintah daerah untuk bersama menegakkan prokes.

"Kami kepolisian dan TNI siap membackup dalam hal ini. Jadi untuk kegiatan yustisi dan penertiban kafe ini tidak terbatas, waktunya sampai semua kafe sudah tertib administrasi perizinan," tegasnya.

Penulis: Ali Hafidz Syahbana
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved