Breaking News:

Berita Surabaya

WASPADA Penyebab Pasutri Sulit Mendapatkan Keturunan, Simak Penjelasan dari Dokter Ahli

waspadai penyebab susah hamil atau sulit mendapatkan keturunan usai menikah. Sebaiknya diwaspadai yang perlu diperiksakan ke dokter ahli kandungan

Freepik.com
Ilustrasi ibu hamil yang menjalani pemeriksaan USG - waspada penyebab susah hamil atau susah mendapatkan keturunan 

5. Tersumbatnya Tuba Falopi

Kondisi lain yang menyebabkan subfertilitas atau kesulitan hamil secara alami adalah tuba falopi tersumbat.

"Saat ovulasi, sel telur akan menuju rahim melalui tuba falopi untuk nantinya bisa dibuahi.

Kalau salurannya tersumbat, sel telur tidak bisa mencapai saluran ini dan tidak bisa bertemu sel sperma.

Oleh karena itu hamil jadi tidak mungkin tanpa bantuan medis," kata Dokter Amang.

Pada kondisi ini, usia tidak mempengaruhi.

Sebab, menurut Dokter Amang, perempuan muda yang baru menikah dengan kondisi tuba falopi tersumbat tetap sulit hamil tanpa bantuan medis.

6. Infertilitas pada Pria

Selain kelainan yang terjadi dalam tubuh wanita, ketidaksuburan pada pria juga mempengaruhi bisa tidaknya seseorang hamil.

Dokter Amang Surya mengatakan, kondisi medis tertentu juga bisa mempengaruhi kesuburan pria.

Tak cuma itu, gaya hidup yang biasa dilakukan juga dapat menjadi faktor penyebab pria tidak subur.

"Kondisi sel sperma yang buruk tidak akan bisa membuahi sel telur dengan baik.

Sperma ini dipengaruhi oleh gaya hidup juga seperti merokok dan minuman beralkohol," jelasnya.

7. Gaya Hidup

Terkait gaya hidup, Dokter Amang Surya mengaku banyak gaya hidup anak muda zaman sekarang yang bisa memicu kurangnya kesuburan.

"Konsumsi obat-obatan terlarang, minuman beralkohol, merokok dan gaya hidup tidak sehat lainnya sangat berpengaruh pada kesuburan," katanya.

8. Kondisi Medis Tertentu

Menurut Dokter Amang Surya ada kondisi medis tertentu yang bisa membuat seseorang sulit hamil.

"Seperti penyakit diabetes melitus misalnya.

Penyakit ini memicu pengentalan darah yang berpengaruh pada kesuburan wanita.

Hal ini bisa memicu terjadinya SPOK dan PCOS.

Oleh karena itu, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk melihat kondisi kesehatan keseluruhan," pungkasnya.

Penulis: Melia Luthfi Husnika
Editor: Aqwamit Torik
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved