Breaking News:

Gus Yani & Bu Min Bupati Gresik Kompak Tolak Mobil Dinas Baru Toyota Fortuner Rp1,4 M, Ini Alasannya

Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah, Bupati Gresik dan Wakil Bupati Gresik menolak mobil dinas baru Toyota Fortuner Rp 1,4 M, alasannya mengejutkan

Penulis: Willy Abraham | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNMADURA/WILLY ABRAHAM
Fandi Akhmad Yani dan Aminatun Habibah saat debat kedua Pilkada Gresik 2020 di salah satu stasiun televisi swasta, Rabu (2/12/2020). Setelah dilantik jadi Bupati Gresik dan Wakil Bupati Gresik, Gus Yani dan Bu Min menolak mobil dinas baru Toyota Fortuner seharga Rp 1,4 M. 

"Kami berdua sudah sepakat untuk menolak mobil dinas baru. Dalam kondisi pandemi covid-19 ini sangat menghemat anggaran kita," terangnya.

Kondisi mobil masih prima, perawatan servis rutin dan belum ada kerusakaan yang berarti sehingga tidak terlalu penting baginya untuk pengadaan mobil dinas baru.

Ditambah lagi pandemi covid-19 saat ini, masih banyak masyarakat Gresik yang terdampak pandemi Covid-19. Ditambah lagi, angka pengangguran dan kemiskinan di Gresik masih tinggi. 

Gus Yani (kiri) dan Bu Min (kanan) saat memberikan keterangan kepada awak media di posko kemenangan, Rabu (30/9/2020) malam.
Gus Yani (kiri) dan Bu Min (kanan) saat memberikan keterangan kepada awak media di posko kemenangan, Rabu (30/9/2020) malam. (TRIBUNMADURA.COM/WILLY ABRAHAM)

Ngamuk Lihat Tumpukan Sampah

Sebelumnya, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani langsung naik pitam saat meninjau area dalam pasar Driyorejo di Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, Jumat (5/3/2021) pagi.

Wajahnya langsung berubah, dari yang awalnya ramah kepada para pedagang langsung berubah 180 derajat saat melihat sampah berserakan di tengah jalan dan memanggil pihak pengelola pasar.

Langkah kakinya langsung berhenti saat bersama rombongan yang terdiri dari di Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Taufik Ismail, Ketua DPRD Gresik Abdul Qodir, Kadinkes Gresik drg Saifudin Ghozali dan Kadiskoperindag Agus Budiono saat sidak.

Mata Gus Yani langsung tertuju di tumpukan sampah yang berserakan dan kondisi saringan besi yang kotor.

Pihak pengelola pasar langsung dipanggil. Gus Yani ngamuk melihat dua keranjang dari kayu berisi sampah plastik, sampah basah dari sayur yang sudah dibuang, kondisinya berceceran di tengah persimpangan jalan area dalam pasar.

Grill saringan selokan yang berada di dalam pasar juga tersumbat sampah yang tidak kunjung dibuang.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved