Berita Bangkalan

Remaja asal Bogor Beli Ganja Gorila Sintetis Lewat Instagram, Ditangkap saat Hendak Terima Paket

RFRP (21), remaja asal Bogor ditangkap saat hendak menerima paketan ganja gorila sintetis di Kabupaten Bangkalan.

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto usai memberangkatkan mobil-mobil polsek yang mendistribusikan 10 ton beras bagi masyarakat terdampak Covid-19 dari Mapolres, Jumat (11/12/2020) 

Reporter: Ahmad Faisol | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Pemesanan dan penggunaan narkotika golongan I jenis tembakau gorila atau ganja gorila sintetis digagalkan Satreskoba Polres Bangkalan.

Satreskoba Polres Bangkalan menggagalkan pemesanan ganja gorila sintetis dari tangan seorang remaja berinisial RFRP (21), asal Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Baca juga: Orkes Dangdut Dibubarkan Polisi, Tuan Rumah Laporkan Kepala Desa dan Oknum LSM Atas Kasus Penipuan

Baca juga: Ada Perubahan Arus Sejumlah Jalan Raya di Sampang, Satlantas Polres Sampang Tindak Tegas Pelanggar

Baca juga: Dua Mantan Pejabat di Bangkalan Terancam ‘Dimiskinkan’, Terlibat Kasus Korupsi Miliaran Rupiah

RFRP ditangkap saat hendak menerima paketan ganja gorila sintetis di Pos Satpam Perum Khayangan Residence, Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Kamis (11/3/2021).

Ganja gorila sintetis seberat 4,20 gram itu dipesan RFRP secara online melalui media sosial Instagram.

Terungkapnya kasus ganja gorila sintetis tersebut menjadi atensi Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto saat gelar Konferensi Pers Ungkap Kasus Pidana Narkoba periode akhir Januari-pertengahan Maret 2021.

”Ini pertama kali ganja gorila sintetis masuk Bangkalan, seberat 4,20 gram dari remaja asal Bogor," kata Didik didampingi Kasatnarkoba Polres Bangkalan Iptu Iwan Kusdiyanto dan Kasi Propam Polres Bangkalan Iptu Heri Suharyanto, Kamis (18/3/2021).

"Tersangka kategori pemakai, ia datang ke sini mengunjungi keluarganya,” ungkap dia.

Baca juga: Semerbak Bau Anyir dari Semak-Semak Jalan Kampung, Warga Kaget Lihat Ada Bayi Berselimut Merah Muda

Baca juga: Takut Diciduk Polisi, Pengedar Sabu di Surabaya Simpan Narkoba Dalam Senter, Upayanya Gagal Total

Di hadapan Didik, RFRP mengaku, awalnya mengenal ganja gorila sintetis berdasarkan infomasi dari dari temannya.

Setelah mencoba dari pemberian teman, ia kecanduan dan memesan sendiri melalui media sosial Instagram.

“Pengiriman ke Bangkalan dilakukan melalui jasa ekspedisi. Ganja jenis gorila ini telah beredar di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan beberapa kali terungkap di Surabaya,” jelas Didik.

Berdasarkan hasil penelitian Badan Narkotika Nasional, tembakau gorila mengandung ganja sintetis yaitu 5-fluoro ADB yang tercantum dalam daftar Narkotika Golongan I Nomor 95.

5-fluoro ADB atau yang dikenal juga sebagai 5F-MDMB Pinaca, merupakan Cannabinoid sintetik yang digunakan sebagai bahan aktif pembuatan ganja sintetik.

Zat tersebut dianggap berbahaya setelah munculnya 10 kasus kematian di Jepang di tahun 2014.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved