BPBD Pamekasan akan Lakukan Upaya Penghijauan di Area Bibir Tanah Tebing yang Longsor

BPBD Kabupaten Pamekasan, akan melakukan upaya penanaman pohon di area bibir tanah tebing yang longsor di Desa Banyupelle, Kecamatan Palengaan.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Pipin Tri Anjani
TRIBUNMADURA.COM/Kuswanto Ferdian
Kondisi tebing tanah yang longsor mengenai rumah nenek 70 tahun, di Dusun Aeng Nyonok, Desa Banyupelle, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura, Jumat (19/3/2021). 

Reporter: Kuswanto Ferdian I Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan, akan melakukan upaya penanaman pohon di area bibir tanah tebing yang longsor di Desa Banyupelle, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura.

Penanaman itu dilakukan sebagai upaya penghijauan dan menguatkan tanah agar tidak mudah tergerus air hujan.

Supervisor Pusdal Ops BPBD Pamekasan, Budi Cahyono mengaku menerima laporan adanya tebing tanah yang longsor itu dari pegawai Kecamatan Palengaan pada Selasa (16/3/2021).

Menurut dia, saat tebing tanah itu mulai longsor, sebuah rumah yang ada di bawahnya terdampak reruntuhan material tanah.

Sehingga, sebagian lumpur yang tergerus ke bawah, masuk ke rumah Nenek Ramtani.

Baca juga: Tingkatkan Irigasi Pedesaan Ditengah Pandemi, Menteri PUPR Gulirkan Program P3TGAI di 750 Desa

Baca juga: Program Pemberian Makan dan Jaminan Kesehatan Khusus Lansia se-Pamekasan Akan Segera Berjalan

"Ketika mau membersihkan lumpur, bagian bilik rumah milik nenek itu dibuka, karena lumpurnya masuk ke dalam rumahnya," kata Budi Cahyono kepada TribunMadura.com, Jumat (19/3/2021).

Pria berkumis itu juga mengaku langsung mengerahkan personelnya ke lokasi longsor untuk membantu keluarga terdampak yang membersihkan rumahnya.

Berdasarkan pengamatan Budi, kontur tanah di wilayah tersebut tidak ada penguatnya, sehingga sangat rawan terjadi longsor.

Saran dia, perlu dilakukan upaya penghijauan, agar kontur tanah di wilayah itu semakin kuat dan tidak mudah tergerus air hujan.

"Kemiringan tanah sudah sangat riskan. Juga harus ada banyak penguatan pohon di daerah itu, dan pemulihannya tidak sebentar," ujar Budi.

Ia mengimbau, masyarakat setempat yang rumahnya berdempetan dengan tebing tanah tersebut agar selalu mengantisipasi adanya longsor susulan. 

Saran dia, segera mungkin di daerah itu ditanami pohon yang akarnya mencengkeram ke bawah.

Baca juga: Fakta-fakta Cynthiara Alona yang Terlibat Prostitusi Online, Ditangkap Polisi & Berstatus Tersangka

Baca juga: Hendak Kirim Sabu, Kurir di Lumajang Keok Dicokok Polisi

berjanji akan menyampaikan perihal rencana penghijauan ini ke instansi terkait agar segera dilakukan upaya penghijauan.

"Imbauan ke masyarakat, kalau kondisi tanahnya seperti itu, daerah pekarangannya segera diamankan," saran Budi.

Tak hanya itu, berdasarkan analisa Budi, rumah yang berdempetan dengan bibir tebing tanah tersebut situasinya sangat membahayakan bagi yang tinggal.

Sebab kata dia, tebing tanah yang longsor itu sekitar 6 meter, dengan panjang 20 meter dan kedalaman longsor 4 meter.

Bahkan menurut Budi, meterial yang tergerus ke bawah bukan hanya tanah, melainkan juga batu.

"Penanggulangan itu nanti akan kita koordinasikan dengan OPD lain supaya melakukan penghijauan. Kalau warga sekitar memang membutuhkan evakuasi kami siap," pungkasnya.

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved