Berita Sampang

Babak Baru Pembunuhan Tokoh Masyarakat di Sampang, Terganjal Saksi, Sampel Darah Dikirim ke Polda

Kini, kasus pembunuhan yang memakan korban kakak dari Kepala Desa Paopale Laok tersebut kini melibatkan Tim Forensik Polda Jatim.

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
(kiri) Satu di antara pelaku pembunuhan tokoh masyarakat di Sampang , (kanan) Mapolres Sampang 

Reporter: Hanggara Pratama | Editor: Aqwamit Torik

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Buntut panjang kasus pembunuhan Suliman (43) warga Desa Paopale Laok, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura kini memasuki babak baru.

Kini, kasus pembunuhan yang memakan korban kakak dari Kepala Desa Paopale Laok tersebut kini melibatkan Tim Forensik Polda Jatim.

Saksi juga menjadi hal yang penting dalam kasus ini.

Namun masalahnya, di TKP minim saksi.

Kasatreskrim Polres Sampang, AKP Sudaryanto mengatakan, bahwa keterlibatan Polda Jatim dalam kasus ini untuk pemeriksaan darah korban guna memastikan kasus tersebut.

Baca juga: Ismail, Mantan Kades di Sampang Jadi Tersangka Penipuan, Gelapkan Mobil Milik Perusahaan

Baca juga: Daftar Promo Indomaret 26 April 2021 hingga 30 April 2021, Minyak Goreng Murah hingga Promo Gratis

Baca juga: AC Milan Pasrah Lepaskan Donnarumma Secara Gratis? Ternyata Soal Gaji Besar Jadi Pertimbangan

Adapun sampel darah korban sebelumnya sudah dikirim ke Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim.

Namun, untuk saat ini hasil Labfor itu belum keluar, sehingga masih dalam tahap menunggu.

"Memang hasilnya cukup lama kira-kira dua Minggu diketahui hasilnya," ujarnya kepada TribunMadura.com, Senin (26/4/2021).

Menurutnya, hasil labfor ini bukan menjadi penentuan dalam menyelesaikan kasus berdarah itu karena bersifat data pendukung.

Sebab, yang paling utama adalah saksi yang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sedangkan di lapangan minim saksi, sehingga hal itu menjadi kendala dalam mencari titik terang kasus.

"Jadi ketika hasil Labfor sudah keluar tentunya masih belum selesai pengembangan, itu untuk mengetahui apakah benar senjata yang digunakan," terangnya.

Sedangkan, menurut keterangan yang didapat dari satu tersangka yang berhasil diamankan.

Pembunuhan itu dilakukan dengan cara dikeroyok oleh tiga orang termasuk satu tersangka tersebut.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved