Berita Sampang

Barisan Teretan Berbuat Madura dari Sampang Laporkan Edi Mulyadi, Dinilai Mecela Menhan Prabowo

Pernyataan yang tengah viral itu dinilai telah menghina Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang juga sebagai Ketua Umum DPP Partai Gerindra

Penulis: Hanggara Pratama | Editor: Samsul Arifin
TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Sebagian anggota Teretan Berbuat Madura saat melakukan pelaporan ke Polres Sampang 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama.

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Sejumlah warga di Kabupaten Sampang, Madura, yang mengatasnamakan Teretan Berbuat Madura berbondong-bondong datangi Polres Sampang, (25/1/2022) kemarin siang.

Kedatangan puluhan orang tersebut untuk melaporkan adanya dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE yang dilakukan Edi Mulyadi di akun MimbarTube.

Pernyataan yang tengah viral itu dinilai telah menghina Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang juga sebagai Ketua Umum DPP Partai Gerindra.

"Upaya hukum ini kami ambil karena kami merasa tidak terima dengan pernyataan Edi Mulyadi yang mengandung dugaan fitnah dan ujaran kebencian, serta pencemaran nama baik," kata Sekretaris Taretan Berbuat Madura, Prasetyo Lukman Hakim, Rabu (26/1/2022).

Menurutnya, pernyataan Edi Mulyadi yang di unggah pada 18 Januari 2022 lalu di Youtube itu menimbulkan dugaan ujaran kebencian dan fitnah terhadap Menhan Prabowo Subianto sehingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

Baca juga: Jatah Stok Pupuk Urea di Sampang Menurun, Diajukan 44 Ribu Ton Tapi dapat Alokasi Segini

Ada beberapa pernyataan Edi Mulyadi yang dianggap menimbulkan kegaduhan, salah satunya soal mengeong yang di lontarkan ke Menteri Pertahanan.

"Sebagai aparatur Negara masak pantas disamakan dengan binatang (kucing), ini akan menimbulkan polemik di masyarakat," terang Prasetyo Lukman Hakim.

Maka dari itu, pihaknya berinisiatif untuk mendorong pihak kepolisan Resort Sampang untuk mengusut tuntas terkait dugaan pelanggaran tersebut meski laporannya ditolak oleh pihak kepolisian setempat.

Alasannya, kasus tersebut sudah di laporkan oleh masyarakat Sumatera Utara (Sumut) dengan kasus yang sama.

"Mekipun ditolak, langkah ini merupakan upaya kami untuk stabilitas bangsa dan negara agar kedepan tidak terjadi hal serupa, mengingat adanya unsur dugaan penghinaan, kebencian," pungkasnya.

Terpisah, Kasi Humas Polres Sampang Iptu Sunarno, saat di konfirmasi menyampaikan tidak mengetahui secara pasti terkait pelaporan tersebut.

Hanya saja bila ada pelaporan dari masyarakat tentunya akan ditangani sesuai prosedur oleh Aparat Penegak Hukum (APH).

"Mohon waktu, nanti kami kabari," pungkasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved