Berita Madura

Tamparan Keras Bagi Pemkab Pamekasan, Atas Insiden Dibakarnya Truk Angkut Tembakau Dibakar

Menurut Suroso, warga yang membakar truk berikut muatannya itu, lantaran warga kecewa dengan pemerintah yang selama ini dinilai setengah hati

Penulis: Muchsin Rasjid | Editor: Samsul Arifin
TribunMadura.com/Muchsin Rasjid
Truk S 8413 D bermuatan tembakau seberat 3 ton, hangus dibakar massa, di lapangan Desa Bulay, Kecamatan Galis, Pamekasan. 

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN – Kasus perampasan truk bermuatan 3 ton tembakau rajangan kering dari Bojonegoro yang dilakukan warga,  kemudian membakarnya di tanah lapang, terus menjadi sorotan. Kali ini, Ketua Lembaga Pusat Penelitian dan Pengembagan Madura (LP3M), Suroso, turut bereaksi.

Menurut Suroso, warga yang membakar truk berikut muatannya itu, lantaran warga kecewa dengan pemerintah yang selama ini dinilai setengah hati dalam melindungi dan menjaga serta mempertahankan keaslian tembakau Madura.

“Masuknya tembakau luar Madura itu, sudah berlangsung lama. Ibarat  penyakit kronis yang tak kunjung bisa disembuhkan. Walau dalam mengatur tata niaga tembakau, sudah ada perda, namun sepertinya tidak effektif. Ingat, dibakarnya truk itu, merupakan tamparan keras bagi Pemkab Pamekasan, karena lemahnya pengawasan,” ujar Suroso, kepada SURYA, Minggu (18/9/2022).

Suroso, mengungkapkan, dengan masuk tembakau luar Madura, lalu dicampur dengan tembakau Madura, maka jelas Madura, dampak buruknya terhadap tembakau Madura cukup besar. Sebab, tidak hanya berdampak terhadap harga, juga kualitas tembakau Madura.

Dikatakan, tembakau Madura memiliki cita rasa yang khas, yang tidak dimiliki oleh tembakau luar Madura. Baik, kualitas, warna dan aroma. Bila tembakau Madura dicampur dengan tembakau luar Madura, maka keaslian tembakau Madura menjadi pudar. Sehingga kualitasnya menjadi rusak.

Suroso menjelaskan,  tindakan beberapa oknum yang mendatangkan tembakau luar Madura, lalu dicampur dengan tembakau Madura, kemudian dijual kepada gudang pembelian perwakilan pabrik rokok raksasa yang ada di Pamekasan.

Ini yang merusak kualitas. Sehingga semula tembakau Madura dibeli dengan harga inggi, namun belakangan harganya turun dan ajlok.

“Wajar, jika pihak pabrikan berasalan, membeli tembakau Madura dengan harga murah, karena tembakaunya jelek dan kualitasnya turun,” ungkap Suroso.

Diuraikan, karena hanya Pamekasan yang memiliki perda larangan tembakau luar Madura masuk Pamekasan, sementara Sumenep dan Sampang belum ada, maka semua pihak, seperti kalangan eksekutif dan legislatif di Sumenep dan Sampang, memiliki kesamaan visi, untuk mempertahankan keaslian kualitas tembakau Madura.

Baca juga: Buntut Truk Muatan Tembakau Dibakar di Pamekasan, Pemerhati Ungkap Pentingnya Peran Pemerintah

Termasuk keterlibatan Pemprov Jatim yang diperlukan, mencari solusi ini.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved