Ramadan 2023

Bolehkah Makan Setelah Waktu Imsak Menjelang Azan Subuh saat Sahur di Bulan Ramadan?

Buya Yahya mengatakan, imsak adalah jarak dan pertanda sebelum masuk waktu fajar. Dalam hal ini pengingat untuk siap-siap berhenti makan

Editor: Aqwamit Torik
Pixabay
Ilustrasi waktu sahur 

TRIBUNMADURA.COM - Bolehkah makan setelah waktu imsak menjelang azan subuh?

Buya Yahya mengatakan, imsak adalah jarak dan pertanda sebelum masuk waktu fajar.

Dalam hal ini pengingat bagi umat Islam untuk siap-siap berhenti makan sebelum kumandang adzan subuh tiba.

"Definisi puasa menahan diri dari segala yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar, namun waktu fajar ini tidak semua orang bisa tahu, kadang terlindung pohon, gunung, atau bukit, maka dari itu imsak adalah start sebelum terbitnya fajar," terang Buya Yahya dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Al-Bahjah TV.

Menurut hitung para ahli, dijelaskannya terbitnya fajar dari imsak berjarak sekitar 10-15 menit dan direntang waktu ini masih dibolehkan untuk makan dan minum.

Baca juga: Tips Agar Kuat Berpuasa, Hindari Makanan Berikut Ini saat Sahur Agar Kuat Menjalani Puasa Ramadan

Informasi lengkap dan menarik lainnya di GoogleNews TribunMadura.com

Imsak bertujuan untuk memberitahu segera tibanya waktu fajar atau waktu shalat subuh.

Diriwayatkan hadis shahih, jarak makan Nabi Muhammad SAW sebelum terbit fajar kurang lebih 50 ayat maka ditafsirkan sekitar 10-15 menit.

"Saat tanda imsak berbunyi, siap-siap berhenti makan, sikat gigi, setelah itu boleh minum, artinya peringatan, sebab saat sudah adzan ketika makan tidak boleh ditelan, puasanya batal," imbuhnya.

Ia mengimbau agar imsak dipahami bukan pertanda dimulainya puasa dan dilarang makan, masih boleh makan dan minum namun sebagai peringatan segara terbit fajar atau adzan subuh.

Buya Yahya menjelaskan apabila adzan yang dimaksud adalah adzan yang menunjukkan waktu subuh tiba, maka disaat mendengar suara adzan tidak boleh makan.

Karena itu sudah menandakan waktu subuh, muadzin harus benar mengikuti waktu.

Adapun mengenai hadits yang mengatakan apabila mendengar suara Bilal mengumandangkan adzan maka makan dan minumlah.

"Jadi tukang adzan pada zaman Nabi ada dua, yang dimaksud mendengar suara Bilal adzan makanlah itu adzan yang pertama, bukan adzan subuh," jelas Buya Yahya.

Halaman
123
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved