Berita Viral

‘Cuma Melemahkan’ Nasib Penjaga Peternakan Tak Sengaja Bunuh Maling Beraksi di Kandang, Terancam Bui

Tak sengaja bunuh maling beraksi, penjaga peternakan kini dijadikan tersangka dan terancam dibui.

Tribun-Medan.com
Tiga penjaga peternakan terancam bui setelah tak sengaja membunuh maling yang beraksi di kandang kambing. Kini, mereka bahkan telah mendekam di sel tahanan. 

TRIBUNMADURA.COM - Penjaga peternakan di Medan ini hanya berniat melumpuhkan aksi maling di kandang kambing.

Namun nahas, dia tak sengaja menewaskan maling tersebut.

Pun aksi itu tak disangka-sangka menjadi boomerang bagi dirinya.

Pasalnya, dia kini ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Bahkan, dia dan dua penjaga lainnya telah mendekam di sel tahanan.

Rasa tak percaya juga dirasakan oleh sang istri.

Hal itu ia ekspresikan kala ditemui di kediamannya.

Baca juga: Wanita Muda Dikeroyok 3 Pria di Jembatan Suramadu, Pelaku Minta Korban Gugurkan Kandungannya

Ia adalah Nurhayati, istri dari penjaga peternakan yang kini dijebloskan ke penjara usai tak sengaja membunuh maling.

Nurhayati pun menjelaskan kronologi saat itu, Sabtu (21/10/2023) dini hari.

Kala itu, suaminya, Gunawan, bersama adik iparnya, Aldi Pradana, dan seorang temannya, Birla, seperti biasa menjaga peternakan kambing milik almarhum Syamsul Arifin yang merupakan mantan Gubernur Sumatera Utara.

Peternakan kambing tersebut terletak di kawasan Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia.

Ditengah malam yang gelap dan hening, suaminya ini mendengarkan adanya keributan dari arah kandang kambing.

Lantas, ia pun mengajak adik iparnya ini untuk mengecek apa yang sedang terjadi.

Dengan membawa sebilah parang, berniat untuk berjaga-jaga. 

Suaminya melihat ada seorang pria sedang membongkar seng dan menggergaji kayu Broti.

Baca juga: Pantas Jembatan Kaca di Banyumas Pecah, Ternyata Tak Pernah Uji Kelayakan, Kini Korbankan 1 Nyawa

"Memang bawa parang suami saya, tapi nggak ada niat membunuh," kata Nurhayati kepada Tribun-Medan, Selasa (24/10/2023).

Katanya, saat itu suaminya ini langsung berhadapan dengan maling yang belakangan diketahui bernama Samsidi.

Waktu itu, Samsidi ini sempat memberikan perlawanan dan berupaya melarikan diri.

Sehingga, suaminya yang dengan spontan langsung mengayunkan parang yang dipegangnya itu ke arah kaki pelaku.

Samsidi pun terkapar tidak bisa melarikan diri lagi dan diduga tewas karena kehabisan darah.

Padahal, menurutnya suaminya itu hanya berniat untuk melumpuhkan pelaku agar tidak melarikan diri.

"Nggak niat membunuh cuma ingin melemahkan lawan. Kalau memang niatnya membunuh kenapa nggak langsung ditusuk saja perutnya," sebutnya.

"Nggak mungkin kalau nggak masuk kemari dia dihajar, kau nggak mencuri. Kami bukan penjahat," sambungnya. 

Ibu empat orang anak ini menjelaskan, memang di kawasan tersebut termasuk di peternakan kambing yang dijaga suaminya ini hampir setiap malamnya di satroni maling.

Tampang ketiga pelaku setelah diringkus polisi, usai menghabisi nyawa korban yang diduga maling seng. 
 
Tampang ketiga pelaku setelah diringkus polisi, usai menghabisi nyawa korban yang diduga maling seng.   (HO)

Baca juga: Nasib Oklin Fia Terancam Penjara Imbas ‘Jilat Es Krim’, Padahal Sudah Minta Maaf, Pelapor Tutup Mata

"Tiap hari ada kemalingan di sini. Bola lampu, sepetu anak sekolah, mesin air, mesin pemotong rumput, hilang semua," bebernya.

Setelah kejadian, suaminya bersamaan dengan dua orang lainnya pun langsung diringkus polisi dan dijadikan sebagai tersangka.

Ia pun berharap mendapatkan keadilan dan meyakini bahwa suaminya tidak ada niat untuk membunuh Samsidi.

"Permintaan saya suami saya sama kawan-kawan nya itu dikeluarkan. Dia tulang punggung, anak kami empat orang," pungkasnya.

Di sisi lain, aksi ketidaksengajaan ini juga dialami oleh pemuda di Bengkulu.

Berniat menusuk teman, tikaman pemuda tersebut nyasar ke pacarnya.

Nahas, tusukan tersebut fatal hingga membuat sang kekasih tewas.

Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Aris Sulistyono melalui Kapolsek Kampung Melayu AKP Rahmat, Kamis (5/10/2023).

"Iya benar kita telah mengamankan 1 orang pelaku penganiayaan hingga menyebabkan korban meninggal dunia. Pelaku berinsial SA," ungkap Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Aris Sulistyono melalui Kapolsek Kampung Melayu AKP Rahmat, Kamis (5/9/2023).

Kronologi kejadian penusukan itu pun terungkap.

Baca juga: Pasutri Gasak Tas di Pasar Balongpanggang Diringkus Polisi saat Kabur ke Mojokerto, Tertunduk Lesu

Melansir dari TribunBengkulu.com, Jumat (6/10/2023), tempat kejadian perkara berada di salah satu watung di Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.

Kala itu, pelaku berinisial SA (19), kekasihnya AP (15), dan temannya RE (17) nongkrong di warung tuak.

Suasana tetiba memanas kala SA dan RE adu mulut, Kamis (5/10/2023) dini hari.

Pelaku kemudian mengeluarkan sebilah pisau dan berniat menusuk RE.

Melihat hal tersebut, AP mencoba menengahi pertengkaran itu.

Namun, alih-alih berhasil menenangkan keduanya, AP justru tertusuk pelaku di bagian ulu hati.

SA naik pitam lantaran salah tusuk. Semakin menjadi-jadi, dia pun mengejar RE.

RE berhasil tertangkap dan mendapat tusukan sebanyak 3 kali di pinggang.

Warga setempat yang melihat kejadian itu lantas membawa AP dan RE ke rumah sakit.

Sementara itu, SA melarikan diri.

Akibat kejadian tersebut AP dinyatakan meninggal dunia saat dibawa ke rumah sakit.

Pemuda tidak sengaja membunuh kekasihnya sendiri usai cekcok dengan temannya.
Pemuda tidak sengaja membunuh kekasihnya sendiri usai cekcok dengan temannya. (TribunBengkulu.com/Beta Misutra)

Baca juga: Nasib Artis Tak Kuat Dianiaya Pacar PNS selama 1 Tahun, Kini Cari Bantuan Polisi: Dia Janji Menikahi

Korban RE berhasil selamat dan sudah boleh pulang ke rumah.

Kemudian pada Kamis pagi (5/10/2023) pihak keluarga pelaku mendatangi Polsek Selebar Kota Bengkulu, untuk menyerahkan pelaku.

Dari hasil penyelidikan sementara, pelaku mengaku tidak sengaja membunuh korban AP.

Menurut pemaparan Rahmat, pisau yang menjadi bukti itu memang selalu dibawa oleh SA.

"Jadi tidak masuk dalam pembunuhan berencana, karena memang kebiasaan dari pelaku ini dia membawa senjata tajam untuk berjaga-jaga," ungkap Rahmat dilansir dari TribunBengkulu.com.

SA juga mengaku perbuatannya benar-benar tidak disengaja.

Berdasarkan keterangan pelaku, Tewasnya AP murni salah tusuk.

Pasalnya, dia memang hendak melakukan penusukan terhadap RE.

Pelaku berinisial SA (19) warga Pagar Dewa Kota Bengkulu yang bunuh pacar sendiri.
Pelaku berinisial SA (19) warga Pagar Dewa Kota Bengkulu yang bunuh pacar sendiri. (TribunBengkulu.com/Beta Misutra)

Niat tersebut muncul lantaran pelaku sakit hati RE, namun bukan karena masalah asmara.

Ada permasalahan lain antara pelaku dan korban RE sebelumnya, yang membuat mereka akhirnya ribut di warung tuak yang menjadi TKP kasus pembunuhan.

"Bukan soal asmara, saya memang sempat ada masalah lain, jadi bukan karena cemburu," kata SA.

Puncaknya malam dini hari, Kembali terjadi keributan antara pelaku dan korban RE yang membuat pelaku naik pitam, sehingga terjadilah kejadian tersebut.

SA juga mengatakan RE yang pertama kali mengajaknya berduel.

"Awalnya kami ribut, dan dia (korban RE, red) mengajak saya duel, jadi dia duluan yang ngajak saya ribut," ungkap pelaku SA alias MM, Kamis (5/10/2023).

Atas perbuatannya, warga Pagar Dewa Kota Bengkulu itu akan dijerat pasal 80 ayat (3) UU Nomor 35 Tahun 2014, atas perubahan UU Nomor 23 Tahun 2002, subsider pasal 338 KUHP.

----

Berita Madura dan berita viral lainnya.

Informasi berita menarik lainnya di Google News TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved