Suara Ledakan di Bangkalan

RSUD Syamrabu Prioritaskan Korban Ledakan Mortir Kamal, Pemda Bangkalan Santuni Korban Meninggal

Tragedi ledakan mortir dari penampungan barang rongsokan di Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal tidak hanya menjadi atensi pihak kepolisian

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Januar
TribunMadura/ Ahmad Faisol
Mobil Pam Obvit Polres Bangkalan mengangkut sejumlah barang bukti dari lokasi ledakan di penampungan barang rongsokan di Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Jumat (29/12/2023). Tampak salah satu rumah terdampak ledakan mortir yang meluncur dari seberang jalan 

Laporan wartawan TribunMadura.com, Ahmad Faisol

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN – Tragedi ledakan mortir dari penampungan barang rongsokan di Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal tidak hanya menjadi atensi pihak kepolisian namun juga perhatian dari Pemkab Bangkalan.

Terdata sejumlah 6 orang menjadi korban dengan rincian, 1 orang meninggal dunia, 2 orang menderita luka berat, dan 3 orang mengalami luka ringan.

Perhatian dari Pemkab Bangkalan terlihat dari awal, ketika Pj Bupati Bangkalan, Arief M Edie didampingi Sekdakab Ir Taufan ZS serta sejumlah pejabat termasuk Kepala BPBD Bangkalan, Geger Heri Susianto tiba di lokasi beberapa saat setelah tragedi ledakan terjadi.

“Dari pagi sudah kami survei, sudah kami tengok. Korban-korban sudah langsung ditangani di RSUD (Syamrabu), saya minta skala prioritas karena ini korban kecelakaan dan RSUD langsung atensi.

Ada UHC (Universal Health Coverage), dibiayai langsung negara,” ungkap Arief kepada Tribun Madura Jumat petang.

Baca juga: Ledakan Mortir di Bangkalan, 1 Tewas dan 5 Orang Lainnya Menderita Luka, 5 Rumah Warga Rusak Berat

Korban meninggal dunia dalam peristiwa itu yakni Gugus (55), warga Kampung Bedak Timur, Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, dua korban luka berat Suryanto (46), warga Desa Banyuajuh dan Riska (17), warga Perum Cendana.

Sementara tiga korban luka ringan yakni, Ika (35), warga Kampung Baru, Desa/Kecamatan Kamal, Siti Hammah (46), warga Kampung Baru, Desa/Kecamatan Kamal, serta Ny Joni warga Kecamatan Kamal.

“Kemudian untuk korban meninggal dunia nanti kami berikan santunan sesuai anggaran pemda,” jelas Arief.

Selain mengakibatkan korban meninggal dunia dan luka-luka, meledaknya mortir dari penampungan barang rongsokan sekaligus bengkel pemotongan besi itu juga mengakibatkan 5 unit rumah mengalami kerusakan dengan kategori rusak berat. Salah satu rumah disebut Arief merupakan aset PT KAI.

“Terkai rumah dinas itu milik aset PT KAI nanti kami akan berkoordinasi dengan PT KAI seperti apa. Kan mortir meluncur ke rumah itu, di bengkel digergaji dan meluncur ke seberang jalan, rumah ambruk. Kalau yang di titik ledakan masih dalam proses (lidik) Polri,” tutur Arief.

Disinggung terkait dokumen perizinan usaha di titik ledakan, Arief menyatakan belum melihat detailnya seperti apa.

Karena selain masih menjadi ranah penyelidikan pihak kepolisian, Pemda Bangkalan masih fokus terhadap para korban dan rumah-rumah terdampak.

“Itu kan bengkel las kalau tidak salah, izin belum kami lihat detailnya seperti apa, bukan bengkel besar,” pungkas Arief.


Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunMadura.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved