Fenomena Post-Vacation Blues usai Libur Lebaran, Psikolog Jelaskan Penyebab dan Solusinya
Tanda-tanda seseorang mengalami post-vacation blues biasanya meliputi rasa cemas saat harus kembali ke rutinitas, perasaan murung dan gelisah.
Penulis: Afrilia Mustika Damayanti | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNMADURA.COM - Setelah merayakan Lebaran dengan penuh suka cita, tidak sedikit orang justru mengalami suasana hati yang muram saat kembali ke rutinitas harian.
Perasaan sedih, kecewa, bahkan enggan beraktivitas kembali muncul usai liburan.
Psikolog klinis dewasa, Adelia Octavia Siswoyo, M.Psi., menjelaskan kondisi ini dikenal sebagai post-vacation blues atau post-vacation depression.
Fenomena ini tidak terbatas pada mereka yang berlibur saat Lebaran saja, tetapi bisa dialami siapa pun setelah menjalani liburan, apa pun momennya.
“Post-vacation depression adalah kondisi ketika seseorang mengalami dan merasakan berbagai perasaan tidak menyenangkan secara berlebihan, seperti sedih, menyesal, marah, atau kecewa, setelah liburan,” jeals Adelia, dikutip dari Kompas.com.
Baca juga: Wisata Pantai Camplong Sampang Alami Lonjakan Pengunjung di Libur Lebaran
Post-vacation blues muncul akibat adanya perbedaan yang mencolok antara suasana liburan dan aktivitas rutin sehari-hari.
Contohnya, perbedaan bisa terlihat dari emosi dan suasana yang dirasakan selama liburan dibandingkan saat kembali ke rutinitas, termasuk interaksi dengan orang-orang di sekitar serta lingkungan yang ditempati.
“Liburan memberi rasa senang sedangkan di rutinitas harian, sulit untuk menyadari perasaan senang yang serupa,” kata Adelia.
Gejala Post-vacation Blues
Tanda-tanda seseorang mengalami post-vacation blues biasanya meliputi rasa cemas saat harus kembali ke rutinitas, perasaan murung dan gelisah, hingga munculnya penyesalan.
Selain itu, seseorang juga bisa terus-menerus merasa rindu dengan momen liburan yang telah berlalu.
Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, baik di dunia kerja maupun pendidikan, serta memengaruhi hubungan sosial dengan orang-orang di sekitarnya.
Adelia mengungkapkan rasa takut untuk kembali menjalani rutinitas kemungkinan besar berasal dari rutinitas itu sendiri yang sebelumnya sudah menjadi pemicu stres sebelum mereka pergi berlibur.
Meskipun mirip dengan gejala depresi, post-vacation blues tidak termasuk dalam kategori gangguan mental resmi, seperti yang tercantum dalam Pedoman Penggolongan dan Diagnosa Gangguan Jiwa (PPDGJ), atau Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders V (DSM-5).
Namun, dampaknya tidak bisa disepelekan karena bisa menurunkan kualitas hidup, produktivitas, hingga merusak relasi sosial.
Baca juga: Libur Lebaran 2025, Ada Tempat Berenang Alami Seindah Ini di Bondowoso, Belum Banyak Terekspose
Psikolog
libur lebaran
Post-vacation blues
cara mencegah post-vacation blues
Tribun Madura
TribunMadura.com
| Bolehkan Awal Puasa Ramadan Ikut Kebijakan Pemerintah lalu Lebaran Ikut Muhammadiyah? |
|
|---|
| Full Senyum Jelang Lebaran 2026, Ribuan Guru Ngaji di Bondowoso Terima Insentif Rp 1,5 Juta |
|
|---|
| Dewan Ajak Masyarakat Jatim Ikut Awasi Kinerja Pemerintah Saat Arus Mudik dan Balik Lebaran 2026 |
|
|---|
| Masjid Agung An Nuur Pare Kediri akan Gelar Salat Idulfitri Besok, Ini Imbauan untuk Jemaah |
|
|---|
| Sopir Truk Legowo Lebaran di Jalan Usai Tertahan Penutupan Pelabuhan Ketapang Banyuwangi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/madura/foto/bank/originals/Ilustrasi-post-vacation-blues-usai-liburan.jpg)