Selasa, 14 April 2026

Kesehatan

Sering Tidur Tengkurap? Ini Manfaat Tak Terduga dan Risiko Kesehatan yang Mengintainya

Salah satu alasan orang memilih posisi tengkurap saat tidur adalah untuk mengurangi suara dengkuran, namun posisi ini juga memiliki dampak negatif.

Penulis: Afrilia Mustika Damayanti | Editor: Titis Suud
Kompas Lifestyle
TIDUR TENGKURAP - Ilustrasi orang yang tidur dengan posisi tengkurap. Berikut manfaat dan risiko dari posisi tidur tengkurap. 

2. Tekanan pada Tulang Belakang

Tekanan pada tulang belakang saat tidur tengkurap menyebabkan tulang belakang terdorong ke arah depan, mengganggu kelengkungan alami (natural curve) dari tulang punggung. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menimbulkan nyeri di area punggung, leher, hingga pinggang.

3. Muncul Kerutan di Wajah

Wajah yang terus-menerus menempel pada bantal dapat menyebabkan tekanan pada kulit, mempercepat timbulnya kerutan, serta menyumbat pori-pori akibat paparan debu dan kotoran dari bantal. Ini juga meningkatkan risiko munculnya jerawat dan iritasi kulit, terutama pada kulit sensitif.

4. Risiko SIDS pada Bayi

Untuk bayi di bawah usia satu tahun, tidur tengkurap sangat berbahaya karena bisa menyebabkan sudden infant death syndrome (SIDS), yaitu kematian mendadak saat tidur. Hal ini terjadi karena bayi belum mampu mengubah posisi wajah jika tertutup oleh alas tidur. Oleh sebab itu, bayi sebaiknya selalu diletakkan tidur dalam posisi telentang.

Baca juga: 7 Arti Mimpi Kerja Pertanda Baik atau Buruk? Ternyata Bisa Jadi Sinyal Tubuh Tentang Kualitas Tidur

Tips Aman Jika Terbiasa Tidur Tengkurap

Bagi Anda yang merasa lebih nyaman tidur tengkurap atau sulit mengubah kebiasaan tersebut, ada beberapa langkah pencegahan untuk mengurangi risikonya:

  • Gunakan Bantal Tipis

Hindari penggunaan bantal tebal yang dapat membuat leher terlalu menekuk. Bantal tipis atau tanpa bantal lebih dianjurkan agar posisi kepala lebih sejajar dengan tubuh dan pernapasan tetap lancar.

  • Tambahkan Bantal di Bawah Panggul

Meletakkan bantal kecil di bawah pinggul dapat membantu menjaga lengkungan alami tulang belakang dan mengurangi tekanan pada punggung bawah.

  • Lakukan Peregangan Rutin

Saat bangun tidur, luangkan waktu untuk melakukan peregangan ringan, khususnya di area leher, punggung, dan pinggang. Hal ini membantu mengembalikan fleksibilitas otot dan mengurangi rasa kaku.

  • Gunakan Bantal Penghalang

Jika ingin mengurangi kecenderungan tidur tengkurap, Anda bisa menempatkan bantal di sisi tubuh sebagai pembatas agar tubuh tidak mudah berpindah posisi ke tengkurap selama tidur.
Meskipun ada langkah-langkah untuk membuat posisi ini lebih aman, tidur tengkurap tetap sebaiknya dihindari kecuali atas saran medis, terutama untuk kasus-kasus seperti sleep apnea. Risiko jangka panjang terhadap kesehatan tetap perlu dipertimbangkan dengan serius.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di TribunMadura.com

Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved