Usai Teriak Allahu Akbar, Pria Pamekasan ini Lalu Meregang Nyawa Karena Ulah Tak Sengaja Anaknya

Usai teriak kalimat Allahu Akbar, pria Pamekasan Madura ini lalu meregang nyawa karena ulah tak sengaja anak perempuannya sendiri.

Penulis: Ignatia Andra | Editor: Mujib Anwar
Kolase Tribunmadura/Tribunnews
usai teriak kalimat Allahu Akbar, pria Pamekasan Madura ini lalu meregang nyawa karena ulah tak sengaja anak perempuannya sendiri. 

Saat ditemukan tangannya sedang memegang mikrofon, dan terdapat luka di bagian belakang kepalanya.

“Diduga korban tersengat arus listrik dari kabel mikrofon yang dipegangnya,” terang Kapolsek Ngantru AKP Pudji Widodo.

Widodo menuturkan, sebelumnya korban tengah berkaraoke di ruang tamu rumahnya.

Saat itu ibunya, Indah Sri Wahyuni (37) masuk ke ruang tamu dan melihat Ovellia terbujur kaku di lantai.

Polisi memeriksa kabel yang diduga menjadi sebab korban Ovellia (14) kesetrum saat karaoke di rumahnya dan akhirnya meninggal dunia.
Polisi memeriksa kabel yang diduga menjadi sebab korban Ovellia (14) kesetrum saat karaoke di rumahnya dan akhirnya meninggal dunia. (istimewa)

Ibunya langsung histeris berteriak hingga menangis melihat kondisi sang anak.

Saat itu tangan kiri korban masih memegang mikrofon.

Hingga terlihat tangan Ovellia yang memegang mikrofon itu menghitam karena gosong.

“Ibu korban kemudian berteriak minta tolong kepada tetangganya. Korban sempat dilarikan ke RSUD dr Iskak,” sambung Widodo.

Namun sesampainya di rumah sakit, Ovellia dinyatakan sudah meninggal dunia.

Untuk memastikan penyebab kematiannya, tim Inafis Satrekrim Polres Tulungagung memeriksa tubuh korban.

Hasilnya ditemukan bekas gosong di telapak tangan korban yang diduga bekas sengatan listrik.

Sementara pemeriksaan di rumak korban, polisi menemukan kabel yang terkelupas dan dibungkus dengan isolasi.

Diduga isolasi ini terbuka, sehingga kabel yang terkelupas ini terpegang oleh tangan korban hingga tersengat.

“Ada memar di kepala bagian belakang sebelah kiri, itu karena terbentur lantai saat korban terjatuh,” tutur Widodo.

Pihak keluarga menolak melakukan visum dalam, dan menganggap kejadian ini sebagai musibah.

Jenazah Ovellia kemudian diserahkan untuk dimakamkan keluarga. (Kuswanto Ferdian/David Yohanes)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved