Virus Corona di Madura

Dinkes Sampang Sebut Rapid Test Covid-19 Tak Akurat, Tes PCR Diperlukan untuk Pastikan Virus Corona

Tes kesehatan terkait virus corona dengan metode pengambilan sampel darah kilat alias rapid test tidak efektif dan akurat.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Agus Mulyadi (berdiri) saat di kegiatan Press Release di Pendopo Trunojoyo Sampang, Madura, (30/4/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Berbagai upaya dilakukan oleh Pemkab Sampang untuk mendeteksi penyeberan virus corona atau Covid19.

Salah satunya adalah menggelar rapid test.

Sejauh ini tercatat ada 106 orang yang sudah di rapid test .

Di antaranya Orang Dalam Risiko (ODR) dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Sumenep.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Sampang Agus Mulyadi mengatakan, bahwa rapid test merupakan deteksi dini dengan menggunakannya sebagai penyaringan awal.

Nasib Tragis Siswi SMP Ketemu Pria Tua Gresik, Dipaksa Bercinta di Kandang Ayam Sampai Hamil 7 Bulan

Satu PDP Meninggal Dunia, Total Ada 6 Orang Meninggal di Tuban, Terbanyak Disertai Penyakit Bawaan

110 Orang Ikut Rapid Test Corona di DPRD Sidoarjo, Satu Orang Hasilnya Positif, Tunggu Tes Swab

Adapun tes kesehatan terkait virus corona dengan metode pengambilan sampel darah kilat alias rapid test tidak efektif dan akurat.

Perlu diketahui jika tes polymerase chain reaction (PCR) lebih akurat mendeteksi virus dibanding tes diagnostik cepat.

"Alhamdulillah dari jumlah tersebut masih aman meskipun, kemarin ada yang mengalami reaksi tapi masih jauh untuk mendekati Covid-19 maka dari itu kami masukkan ke data Orang Dalam Pemantauan (ODP) ," ujarnya Kepada TribunMadura.com.

Agus Mulyadi menuturkan, dalam pelaksanaan rapid test terdapat sejumlah titik yang menjadi sasaran yakni, orang-orang yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Instansi lainnya.

Menurutnya, sejumlah sasaran tersebut merupakan orang yang memiliki resiko dalam penyebaran Covid-19 sehingga, menjadi agenda untuk dideteksi.

"Kemarin kita sudah melakukan rapid test ke Kamar Negeri Sampang dan negatif semua. Kemudian kita juga bergerak ke Polres Sampang," terangnya.

Hari Keempat PSBB, Volume Kendaraan yang Masuk ke Kota Surabaya Menurun 60 Persen

Hasil Rapid Test di Batu, Satu Orang Reaktif Covid-19, 83 Pekerja Bangunan Dipulangkan

Pasien Positif Corona di Bangkalan Madura Terus Bertambah, Kapolres: Masyarakat Sepertinya Kok Acuh

Ia menambahkan, Orang yang positif saat dirapid test belum tentu itu terjangkit Corona lantaran juga berpotensi ada virus lain yang menyerang.

"Jadi ketika ingin mengetahui hasilnya kita harus menjalani beberapa tahap hingga ke uji swab dan itu dilakukan di laboratorium di Surabaya.

Hasilnya harus menunggu lima sampai tujuh hari, lalu yang menyampaikan hasilnya merupakan Pemerintah Provinsi," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved