Breaking News:

Virus Corona di Jawa Timur

Tanggapi Soal SE Gugas Tugas Covid-19, Gubernur Khofifah Sebut Transportasi Jatim Tinggal 20 Persen

Dan dari 20 persen bus yang beroperasi , masing-masing bus hanya mengangkut penumpang sebanyak 20 persen dari kapasitas maksimal.

TRIBUNMADURA.COM/FATIMATUZ ZAHROH
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberangkatkan sebanyak 76 orang untuk dikarantina di BPSDM Jawa Timur Balongsari SurabayaSurabaya, Minggu (3/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membahas SE Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020 tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19.

Khofifah Indar Parawansa menegaskan, bahwa pembatasan transportasi yang dibelakukan dalam SE tersebut sejatinya serupa dengan Permenkes yang mengatur tentang pembatasan sosial berskala besar ( PSBB ).

10 Hari Penerapan PSBB Surabaya Raya, Khofifah Ajak Masyarakat Disiplin Patuhi Protokol Kesehatan

Update Corona di Jatim: Tambah 45 Kasus Positif, 5 Pasien Sembuh, Sidoarjo Jadi Penyumbang Terbanyak

Pengusulan Penerima Bansos Tunai Kemensos Ditutup, Jawa Timur Telah Penuhi 95 Persen Kuota

Dan dalam SE tersebut ditegaskan Khofifah Indar Parawansa bahwa tidak ada klausul yang menyebutkan bahwa transportasi kembali dibuka secara luas.

Melainkan hanya dibuka untuk urusan-urusan tertentu. Bukan secara luas menjadi alasan izin untuk masyarakat melakukan mudik.

Seperti yang dilakukan pembatasan mobilitas masyarakat kecuali untuk hal-hal yang dikecualikan.

Seperti untuk layanan kesehatan, logistik, dan untuk ukuran ekonomi.

"Oleh sebab itu dari SE Gugus Tugas No 4 Tahun 2020 pada dasarnya setelah saya baca detailnya sama sekali tidak ada klausul transportasi yang dibuka luas," tegasnya.

Ia menyebutkan di Jawa Timur saat ini sudah ada pembatasan moda transportasi secara ketat.

Bis yang beroperasi di Jawa Timur saat ini sudah hanya 20 persen saja.

Dan dari 20 persen bus yang beroperasi tersebut, masing-masing bus hanya mengangkut penumpang sebanyak 20 persen dari kapasitas maksimal.

Usulan Bansos Tunai Kemensos Ditutup, Emil Dardak Minta Kabupaten/Kota Urus Bantuan Pemprov Jatim

Kebakaran Melalap Satu Rumah Warga Kauman Tulungagung, Kerugian Diperkirakan Mencapai Rp 300 Juta

Jadwal Acara TV Trans TV RCTI GTV ANTV Net TV Jumat 8 Mei 2020, Ada Film Triple 9 dan Man of Tai Chi

Dan pembatasan itu sudah berlaku sejak pertengahan Maret 2020 lalu.

"Kereta jarak jauh dari dan ke Jatim sudah tidak ada. Yang beroperasi hanya jarak dekat saja. Seperti Surabaya Lamongan, Surabaya Bangil itu masih ada. Kalau Surabaya Jakarta sudah tidak ada, Surabaya Semarang sudah tidak ada," tegas Khofifah Indar Parawansa.

Sehingga adanya SE tersebut dipastikan Khofifah bukanlah regulasi yang bisa dijadikan patokan masyarakat dibolehkan untuk mudik.

Melainkan hanya untuk urusan tertentu.

"Tapi mungkin ada kepentingan yang ada pengecualian, misalnya keluarga sakit, atau kepentingan urgen lain maka kalau kita masuk di check point bisa membawa surat dan itu pun akan diperbolehkan masuk," kata Khofifah Indar Parawansa.

Penulis: Fatimatuz Zahroh
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved