Breaking News:

Berita Blitar

Petugas Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Temukan Penyakit Hidung dan Mulut pada Hewan Kurban

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar memantau kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha di Pasar Hewan Dimoro, Kota Blitar.

TRIBUNMADURA.COM/SAMSUL HADI
Petugas memeriksa kondisi kesehatan sapi yang dijual di Pasar Hewan Dimoro, Kota Blitar, Selasa (14/7/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, BLITAR - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar memantau kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha di Pasar Hewan Dimoro, Kota Blitar, Selasa (14/7/2020).

Petugas menemukan beberapa ekor hewan kurban terkena penyakit mulut dan hidung.

"Kami menemukan beberapa ekor sapi terkena penyakit myiasis dan gejala hipersalivasi. Kami meminta pemilik untuk mengobati dulu sapinya sebelum dijual," kata Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Blitar, Dewi Masitoh.

Dewi Masitoh mengatakan, penyakit myiasis dan hipersalivasi pada hewan kurban memang tidak berbahaya bagi manusia.

Tapi, dia tetap meminta pemilik hewan kurban agar tidak menjual dulu sapinya.

Jeli Memilih Hewan Kurban yang Sehat, Pastikan Pedagang di Mojokerto Kantongi Sertifikat Veteriner

BREAKING NEWS: Fattah Jasin - Muhammad Ali Fikri Dapat Rekom DPP Partai Demokrat di Pilkada Sumenep

Pemkot Mojokerto Belum Bolehkan Sejumlah Tempat Karaoke dan Hiburan Malam Beroperasi saat Pandemi

"Kalau ada gejala hipersalivasi berarti kondisi sapi tidak sehat. Ada infeksi di mulut dan hidung. Itu tidak menular ke manusia. Tapi, tetap lebih baik penyakitnya disembuhkan dulu sebelum disembelih," ujarnya.

Dalam pemantauan hewan kurban, kata Dewi Masitoh, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian juga menggandeng Dinas Kesehatan.

Hal ini untuk penerapan protokol kesehatan aktivitas penjualan hewan kurban di masa pandemi virus Corona ( Covid-19 ).

Menurutnya, penjual dan pembeli hewan kurban tetap harus disiplin menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Yaitu, dengan cara memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

"Hasil pemantauan kami, masih banyak penjual yang tidak pakai masker dan menjaga jarak saat beraktivitas di pasar hewan. Kami mengimbau mereka tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran virus Corona," katanya.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved