Breaking News:

Demo Tolak UU Cipta Kerja di Bangkalan

BREAKING NEWS - PMII Bangkalan Turun Aksi Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Depan Gedung DPRD

Sebanyak 200 massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Bangkalan menggelar aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Bangkalan.

TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL
Massa PMII Bangkalan menggelar aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Bangkalan, Jumat (9/10/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, BANGKALAN - Sebanyak 200 massa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bangkalan menggelar aksi menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Bangkalan, Jalan Soekarno - Hatta, Jumat (9/10/2020).

Massa bergerak sejauh sekitar 400 meter dari titik kumpul di halaman Stadion Gelora Bangkalan menuju Gedung DPRD Bangkalan.

Beragam poster bertuliskan penolakan Undang - undang (UU) Cipta Kerja dibentangkan. Salah satunya, 'Bangkalan Melawan, Tolak Omnibus Law Pembunuh Buruh'.

Pemilik Kedai Bukit Bintang Pamekasan Tak Akan Melaporkan ke Polisi Meski Fasilitasnya Dibakar Oknum

Aksi Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Mahasiswa Bakar Kemenyan di Depan Gedung DPRD Sampang

Profil dan Biodata Adit Pradana Jayusman, Pria Calon Suami Ayu Ting Ting, Pendidikannya Tak Terduga

Massa PMII Bangkalan menggelar aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Bangkalan, Jumat (9/10/2020).
Massa PMII Bangkalan menggelar aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Bangkalan, Jumat (9/10/2020). (TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL)

Bupati Pamekasan Raih Penghargaan di Ajang Indonesia Award 2020 dalam Bidang Pelayanan Masyarakat

Ribuan Kader NU dan Santri Geruduk Polres Pamekasan, Desak Pemilik Akun FB Muhammad Izzul Ditangkap

Ajun Perwira Nyerah soal Urusan Ranjang Lebih Banyak, Jennifer Jill Bongkar Rahasia: Mulus Banget!

Selain itu, mahasiswa juga mengusung boneka mayat, berdandan ala pocong, dan memikul keranda mayat berwarna hijau dengan tulisan tinta berwarna kuning, 'Turut Berduka Cita Atas Matinya DPR RI'.

Di tengah kepulan asap berwarna hitam dari pembakaran ban, mahasiswa bergantian menyampaikan orasi bernada sindiran atas pengesahan UU Cipta Kerja.

"Ternyata DPR Kita main kucing-kucingan. Mengesahkan (UU Cipta Kerja) secara diam-diam saat kita tidur. Apakah itu yang dinamakan wakil rakyat kita? Wakil rakyat kita sudah mengkhianati," teriak orator berhijab melalui pengeras suara.

Korlap aksi, Kholil Herdiandyah mengungkapkan, Omnibus Law Cipta Kerja yang baru saja disahkan DPR RI tidak mencerminkan pemerintahan yang baik.

Massa PMII Bangkalan menggelar aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Bangkalan, Jumat (9/10/2020).
Massa PMII Bangkalan menggelar aksi penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja di depan Gedung DPRD Bangkalan, Jumat (9/10/2020). (TRIBUNMADURA.COM/AHMAD FAISOL)

Marc Klok Selangkah Lagi Jadi WNI, Kapten Persebaya Surabaya Makan Konate Beri Pujian:Punya Kualitas

Seusai Marc Klok, Gelandang Asing Persebaya Surabaya Makan Konate Buka Kesempatan untuk Naturalisasi

BREAKING NEWS - PMII Bangkalan Turun Aksi Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja di Depan Gedung DPRD

"Karena dalam proses pembahasannya selalu kucing-kucingan dengan rakyat," ungkap Kholil.

Ia menjelaskan, UU Cipta Kerja lebih berpihak dan mengungkan para elite dan pengusaha.

"Upah buruh di beberapa sektor ditiadakan, pemberlakuan upah per jam. Itu mengkebiri hak fundamental buruh," jelas Holil.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved