Breaking News:

Berita Pamekasan

Pemilik Kedai Bukit Bintang Pamekasan Tak Akan Melaporkan ke Polisi Meski Fasilitasnya Dibakar Oknum

Pemilik Kedai Bukit Bintang Pamekasan tidak akan melakukan pelaporan ke Polisi perihal sejumlah fasilitasnya yang dibakar dan dicuri oknum pendemo.

Penulis: Kuswanto Ferdian | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Keadaan Kedai Bukit Bintang di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura setelah dibakar sejumlah massa saat melakukan demonstrasi pada Senin 5 Oktober 2020. 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Pemilik Kedai Bukit Bintang Pamekasan, Mohammad Saleh menyatakan tidak akan melakukan pelaporan ke Polisi perihal sejumlah fasilitasnya yang dibakar dan dicuri oknum pendemo, Senin 5 Oktober 2020.

Ia mengaku tidak berdaya ketika bicara soal hukum, sebab sewaktu pihaknya bertanya kepada aparat kepolisian yang saat demo melakukan pengamanan di lokasi mereka juga menyatakan tidak tahu siapa yang akan bertanggungjawab terhadap sejumlah kerusakan fasilitas di kedai miliknya yang sudah dirusak oleh sebagian oknum pendemo.

"Saya langsung lemas saat mendengar itu," kata Mohammad Saleh kepada TribunMadura.com, Jumat (9/10/2020).

Aksi Demo Tolak Omnibus Law UU Cipta Kerja, Mahasiswa Bakar Kemenyan di Depan Gedung DPRD Sampang

Bupati Pamekasan Raih Penghargaan di Ajang Indonesia Award 2020 dalam Bidang Pelayanan Masyarakat

Profil dan Biodata Adit Pradana Jayusman, Pria Calon Suami Ayu Ting Ting, Pendidikannya Tak Terduga

Keadaan Kedai Bukit Bintang di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura setelah dibakar sejumlah massa saat melakukan demonstrasi pada Senin 5 Oktober 2020.
Keadaan Kedai Bukit Bintang di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura setelah dibakar sejumlah massa saat melakukan demonstrasi pada Senin 5 Oktober 2020. (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

Pria yang akrab disapa Saleh ini juga mengaku pasrah dengan insiden pembakaran kedai yang pihaknya alami.

Namun ia menyayangkan ketika massa demonstran melakukan pembakaran di dua gazebo yang terbangun di kedainya.

"Saya juga menyayangkan sampai ada penjarahan sejumlah fasilitas lain yang diambil, saya bikin kedai itu utang sapi," ceritanya.

Kata Saleh, lahan keseluruhan kedai itu adalah miliknya.

Hingga saat ini, ia mengaku tidak berniat untuk memproses insiden pembakaran tersebut secara hukum.

"Mau proses bagaimana kemarin sudah jelas disaksikan oleh Polisi dan Satpol PP waktu pembakaran, seharusnya kan langsung ditindak," tegasnya.

Ribuan Kader NU dan Santri Geruduk Polres Pamekasan, Desak Pemilik Akun FB Muhammad Izzul Ditangkap

Seusai Marc Klok, Gelandang Asing Persebaya Surabaya Makan Konate Buka Kesempatan untuk Naturalisasi

Ajun Perwira Nyerah soal Urusan Ranjang Lebih Banyak, Jennifer Jill Bongkar Rahasia: Mulus Banget!

Keadaan Kedai Bukit Bintang di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura setelah dibakar sejumlah massa saat melakukan demonstrasi pada Senin 5 Oktober 2020.
Keadaan Kedai Bukit Bintang di Desa Larangan Badung, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, Madura setelah dibakar sejumlah massa saat melakukan demonstrasi pada Senin 5 Oktober 2020. (TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN)

"Saya mau lapor bagaimana saya tidak punya uang, ini utang sapi yang mau buat kedai itu belum lunas juga," tambahnya.

Menurut Saleh, sebelum terjadi insiden pembakaran, pihaknya sudah melakukan pertemuan di balai desa dan kecamatan setempat dengan berapa tokoh masyarakat dan Kiai.

Hasil rapat saat itu, pihaknya disuruh sowan ke Kiai dan tokoh masyarakat setempat untuk minta restu perihal dibukanya kedai tersebut.

Namun kemungkinan ada oknum yang sengaja ingin memperkeruh keadaan, sehingga sebagian dari Ulama setempat minta kedai miliknya tetap ditutup.

"Dari ulama penginnya ditutup tapi tidak memberikan solusi setelah penutupan itu," tutupnya.

Tetap Latihan, Aji Santoso Bersiasat agar Gairah Berlatih Pemain Persebaya Surabaya Tidak Menurun

Kapolres Bangkalan Turun ke Jalan Bagikan Jeruk untuk Mahasiswa Pendemo Omnibus Law UU Cipta Kerja

Muslimat NU Pamekasan Demo Mapolres, Minta Pelaku Ujaran Kebencian Ditangkap, Massa Berhasil Masuk

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved