Breaking News:

Berita Sampang

Pulang Kampung ke Sampang Belum Jadi Prioritas Bagi Tajul Muluk

Pulang ke kampung halaman di Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura masih belum menjadi prioritas Tajul Muluk atau Ali Murtadho.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Tajul Muluk atau Ali Murtadho (putih) saat baru tiba di Pendopo Trunojoyo Sampang Jalan Wijaya Kusuma Kecamatan/Kabupaten Sampang, Madura, Kamis (5/11/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Hanggara Pratama

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Pulang ke kampung halaman di Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura masih belum menjadi prioritas Tajul Muluk atau Ali Murtadho.

Padahal, pemimpin alirah Syiah tersebut sudah delapan tahun mengungsi Rumah Susun (Rusun) Puspa Agro, Jemundo, Sidoarjo bersama ratusan pengikutnya.

Baca juga: Ditanya Soal Status Suami Istri dengan Lesty Kejora pada 2021, Rizky Billar Gelagapan: Mudah-mudahan

Baca juga: Atasi Masalah Genangan, DPUPR Kota Blitar Usulkan Anggaran Dana Rp 8,9 M untuk Penataan Saluran Air

Baca juga: 95 Ulama dan Kiai se-Madura akan Saksikan Pembacaan Ikrar Ratusan Pegikut Syiah di Kabupaten Sampang

Ali Murtadho mengatakan, bahwa saat ini pulang ke kampung halaman masih belum menjadi prioritas sebab, harus melewati proses yang panjang, yang pastinya harus ada bantuan pemerintah daerah hingga pusat.

Sehingga, pihaknya lebih menitik beratkan hutangnya kepada kehadapan Allah SWT untuk kembali ke ajarannya yakni, Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja).

"Yang paling prioritas sebenarnya masalah pembacaan ikrar ini karena kami tidak ingin memiliki utang dihadapan Allah SWT dan di hadapan masyarakat.

Kami ingin menyambung apa yang terputus dan memperbaiki apa yang rusak," ujarnya setelah melakukan," ujarnya.

Menurutnya, ikrar ini merupakan sebuah pilihan setelah berpikir panjang bahwa di aliran Ahlussunnah Wal Jamaah memang terbaik jika dibandingkan saat berada di Syiah.

Baca juga: Dalam Waktu Dekat, Kampung Tangguh Semeru Bersih Narkoba di Kecamatan Ketapang Sampang Diaktifkan

Baca juga: Minimarket di Pegantenan Pamekasan Tak Ikut Boikot Produk Prancis, Bhabikamtibmas Lakukan Pengecekan

Baca juga: Bocah SD Tewas Usai Tersetrum Listrik, FRPB Pamekasan Peringatkan Agar Warga Cek Kabel Menggelantung

"Kami kembali ke ahli sunah ini tanpa adanya tekanan dari siapa pun, terlebih jika ada yang mau tetap di Syiah saya tidak bisa melarang," tegasnya.

Sementara, Bupati Sampang Slamet Junaidi menyampaikan bahwa ratusan warga penganut aliran syiah tersebut lebih memprioritaskan pembacaan ikrar untuk kembali ke ajaran Ahlussunnah Wal Jamaah.

Sehingga, pihaknya memfasilitasi permintaan tersebut melalui koordinasi dengan para ulama dan kiai di Kabupaten Sampang hingga Kabupaten lainnya di Madura.

"Kami disini hanya memfasilitasi sedangkan, pembacaan ikrar ini berangkat dari permintaan sendiri dari Tajul Muluk dan pengikutnya," pungkasnya.

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved