Breaking News:

Berita Sampang

Intensitas Hujan Tinggi Selama 3 Jam, Tiga Perumahan di Wilayah Perkotaan Sampang Terendam Banjir

Tingginya intensitas hujan membuka lembaran tahun baru 2021 yang mengakibatkan sejumlah wilayah perkotaan terendam banjir, termasuk perumahan Sampang

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Kondisi air banjir mulai surut di Perumahan Permata Selong, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jumat (22/1/2021). 

Penulis: Hanggara Pratama l Editor: Elma Gloria Stevani

TRIBUNMADURA.COM, SAMPANG - Tingginya intensitas hujan membuka lembaran tahun baru 2021 yang mengakibatkan sejumlah wilayah perkotaan terendam banjir, termasuk beberapa perumahan.

Dalam pantauan TribunMadura.com.com, Perumahan Permata Selong, Perumahan Barisan Indah, dan sebagian di Perumahan Selong Permai terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi.

Dari ketiga wilayah itu, ketinggian air paling dalam yakni berada di Perumahan Permata Selong tepatnya di Blok A hingga selutut orang dewasa.

Salah satu warga Perumahan Permata Selong, Sakrani (50) mengatakan, banjir di sebabkan oleh hujan yang mengguyur selama tiga jam pada kamis malam.

Baca juga: Kasus Covid-19 di Jatim Tembus 1.056 dalam Sehari, Trenggalek Penyumbang Terbanyak Kasus Positif

Baca juga: Download Lagu MP3 DJ Gemes Kamu Memang Gemes, Viral TikTok 2021, Ada Lirik Ingin Aku Remes Pipimu

Baca juga: Tekan Penularan di Klaster Keluarga, Asrama Haji Surabaya Jadi Tempat Isolasi Pasien OTG Covid-19

Baca juga: Curiga Mobil Goyang di Depan Pasar, Oknum ASN Sampang dan Selingkuhan Digerebek Warga, Diduga Mesum

Kondisi air banjir mulai surut di Perumahan Permata Selong, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jumat (22/1/2021).
Kondisi air banjir mulai surut di Perumahan Permata Selong, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jumat (22/1/2021). (TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA)

Sehingga, membuat area persawahan tergenang air dan meluap melalui selokan yang berada di pemukiman warga.

"Sebenarnya ini bukan luapan air sungai Kamoning tapi air sawah yang meluap, buktinya airnya jernih beda dengan banjir yang terjadi di wilayah timur Kota Sampang, yang disebabkan oleh luapan sungai Kamoning" ujarnya.

Ia menambahkan, selama dirinya tinggal di Perumahan Permata Selong baru kali ini banjir hingga mencapai lutut orang dewasa.

"Sebelumnya pernah juga banjir, tapi hanya sekitar 10 cm dan itu terjadi kurang lebih empat tahun yang lalu," terangnya.

"Untuk kondisi air banjir saat ini semakin dangkal dan diperkirakan sore sudah surut total," imbuhnya.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Asroni menyampaikan, jika banjir yang terjadi di sejumlah pemukiman perumahan itu di sebabkan intensitas hujan tinggi dan saluran irigasi yang tidak bisa menampung lebih banyak air hujan.

"Banjir yang terjadi di sejumlah perumahan itu sifatnya sementara dan saat ini air sudah mulai surut," pungkasnya.

Baca juga: PPKM Dilanjutkan Meski Positif Corona di Malang Melandai, Wagub Emil: Kurangi Angka Kasus Covid-19

Baca juga: Diduga Sengaja Bunuh Diri, Seorang Wanita Tewas Tertabrak Kereta Api Agro Anggrek di Modo Lamongan

Baca juga: Zona Kuning, Wali Kota Batu Tak Buru-buru Gelar Belajar Tatap Muka: Pertaruhannya Anak di Masa Depan

Baca juga: Keluarga Penerima Manfaat di Pamekasan Boleh Sobek Stiker Pra Sejahtera, Asalkan Tidak Menerima PKH

Penulis: Hanggara Pratama
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved