Berita Surabaya
Remaja SMK Bersimbah Darah Dibacok Kawanan Pemuda, Awalnya Saling Ejek, Kini Berakhir di Rumah Sakit
Remaja berusia 16 tahun duel melawan sekelompok pemuda hingga mengalami luka parah dan bersimbah darah.
Penulis: Firman Rachmanudin | Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Reporter: Firman Rachmanudin | Editor: Ayu Mufidah KS
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Seorang remaja berusia 16 tahun berinisial MDS ditemukan terkapar bersimbah darah di Jalan Dupak Rukun, Surabaya, Sabtu (6/2/2021) dini hari.
Pelajar kelas X SMK itu menderita luka parah pada bagian kepala, tangan, dan kakinya.
Diduga, MDS menjadi korban aksi pembacokan.
• Aturan Penting PPKM Mikro di Kota Malang, Sutiaji Pastikan Tak Ada Penyekatan dan Penutupan Jalan
• Gubernur Khofifah Dorong Penyuntikan Vaksin Covid-19 Dosis Kedua di Bangkalan Dilakukan Pekan ini
• Simak Lokasi Pembagian Masker Gratis di Pamekasan oleh TNI-Polri dan Pemkab selama 10 Hari ke Depan
Kejadian pembacokan itu bermula saat korban datang bersama dua orang temannya.
Mereka datang memenuhi tantangan kelompok pemuda lainnya.
Sampai di lokasi kejadian, dua teman korban memilih kabur.
Sementara korban bersikukuh untuk tetap melawan sekelompok pemuda itu yang jumlahnya diduga lebih dari sepuluh orang.
Duel yang tak sepadan itu pun sudah bisa diprediksi membuat korban terkapar.
Para pelaku memilih kabur meninggalkan korban yang sudah tak berdaya.
Mendapati para pelaku lari, dua teman korban kemudian menghampiri MDS yang tergeletak lalu membawanya ke rumah sakit Bhakti Dharma Husada Surabaya.
• Fakta Kasus Dugaan Bayi Tertukar di Sumenep, Polisi Ungkap Hasil Tes DNA, Hal Aneh Diungkap Orangtua
• Pengamen Jalanan di Pamekasan Menjamur, Pemkab Diharapkan Bangun Rumah Singgah, Ini Fungsinya
Polisi yang mendapat laporan langsung menuju rumah sakit dan mengantarkan korban yang dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya.
Kanit Reskrim Polsek Asemrowo, Iptu Rizkika Atmadha menyebutkan, sudah memeriksa teman korban sebagai saksi.
Pihaknya masih menunggu korban yang sedang dalam perawatan akibat luka parahnya.
"Sementara informasi berawal dari saling ejek di Facebook," beber Rizkika, Senin (8/2/2021).