Kasus Pembunuhan

Dua Pembunuh Pengusaha Laundry di Surabaya yang Mayatnya Dimasukkan Tong Divonis 17 Tahun Penjara

Dua Pembunuh Pengusaha Laundry di Surabaya yang Mayatnya Dimasukkan Tong Divonis 17 Tahun Penjara

Dua Pembunuh Pengusaha Laundry di Surabaya yang Mayatnya Dimasukkan Tong Divonis 17 Tahun Penjara
TRIBUNMADURA/SYAMSUL ARIFIN
Terdakwa pembunuh majikannya sendiri, Syaiful Rizal dan Muhammad Ari tertunduk saat mendengarkan pembacaan vonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis, (22/8/2019). 

Dua Pembunuh Pengusaha Laundry di Surabaya yang Mayatnya Dimasukkan Tong Divonis 17 Tahun Penjara

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Terdakwa Syaiful Rizal dan Muhammad Ari hanya bisa menunduk saat mendengarkan pembacaan vonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya atas kasus pembunuhan terhadap majikannya, Ester Lilik Wahyuni seorang pengusaha laundry di Surabaya

Kedua terdakwa ini divonis 17 tahun penjara lantaran terbukti melanggar pasal 340 KUHP jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

"Mengadili dan menyatakan terdakwa bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 17 tahun," ujar majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis, (22/8/2019). 

Vonis yang dijatuhkan ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Gede Willy yang sebelumnya menuntut kedua terdakwa dengan hukuman pidana selama 20 tahun. 

Menanggapi putusan tersebut, baik Jaksa dan Pengacara terdakwa mengambil sikap pikir-pikir. 

Pelaku Pembunuhan Pengusaha Baju di Madiun Terungkap, Ternyata Tersangkanya Orang Dekat Korban

Kakaknya Proses Cerai Dengan Istri, Pemuda Madura ini Bunuh Ipar Perempuan dan Pria Selingkuhannya

Pernah Diminta Lepas Perawan & Disekap Sebulan, Ini Kisah Pilu Inul Daratista saat Belum Terkenal

Terlalu Berat

Penasehat hukum dua terdakwa pembunuhan majikannya, Syaiful Rizal dan Muhammad Ari, Baharudin mengaku kecewa dengan putusan yang dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya, terkait kasus pembunuhan Ester Lilik Wahyuni majikan kedua terdakwa. 

Oleh sebab itu pihaknya mengaku pikir-pikir.

Lantaran tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.

Halaman
12
Penulis: Syamsul Arifin
Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved