Breaking News:

Berita Pamekasan

Masa Pandemi Covid-19, Ledakan Angka Kelahiran Diprediksi Terjadi di Pamekasan 9 Bulan Mendatang

Banyak pasangan keluarga usia subur yang memilih berdiam diri di rumah atau di kamar saja pada masa pandemi virus corona atau Covid-19.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Kepala Bidang KB Pamekasan, Soerjati saat di ruang kerjanya, Rabu (6/5/2020). 

Laporan Wartawan TribunMadura.com, Kuswanto Ferdian

TRIBUNMADURA.COM, PAMEKASAN - Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Pamekasan melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya ledakan angka kelahiran atau baby boom pada masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Kepala Bidang KB Dinas PPA KB Pamekasan, Soerjati mengatakan, mewabahnya Covid-19 ini memberikan dampak kurang baik terhadap pertumbuhan penduduk di Indonesia.

Kata dia, utamanya dalam hal mengatur jarak kelahiran dan mengendalikan laju pertumbuhan penduduk.

Persediaan Kondom dan Alat Kontrasepsi Lain di Pamekasan selama Pandemi Virus Corona Mencukupi

Warga Satu Gang di Kediri Lakukan Isolasi Mandiri, Gara-Gara Ada Orang yang Hasil Rapid Test Reaktif

Pulang dari Pasar Wonokromo, Pedagang Sayur di Surabaya Dijambret, Korban sampai Terjerembab

Pihaknya perlu mengantispasi sejak dini perihal prediksi akan terjadinya ledakan angka kelahiran anak di waktu sembilan bulan ke depan.

Soerjati menjelaskan, pihaknya gencar memberikan pelayanan metode penggunaan kontrasepsi jangka panjang yang diberikan kepada setiap pasangan keluarga di Kabupaten Pamekasan yang menjadi peserta KB.

"Kami gencar memberikan pelayanan itu agar setiap pasangan keluarga di kondisi Covid-19 seperti sekarang ini," kata Soerjati kepada TribunMadura.com saat ditemui di ruang kerjanya.

"Supaya tidak putus untuk tetap memakai kontrasepsi," sambung dia.

Selain itu, Soerjati mengaku di masa pandemi Covid-19 ini, pihaknya sudah melakukan pelayanan kontrasepsi jangka panjang, dalam hal ini pelayanan kontrasepsi Implan dan IUD.

Wilayah Sampang Madura Masuk Pancaroba, BPBD Imbau Warga Antisipasi Cuaca Ektrem

Sasar Tukang Becak & Pengendara, Polisi di Pamekasan Bagikan Masker dan Nasi Kotak untuk Buka Puasa

Harapan dilakukan pelayanan kontrasepsi ini, kata dia untuk mengantisipasi agar tidak banyak ibu hamil di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang.

"Pada 9-23 April 2020 kami telah melakukan pelayanan kontrasepsi itu. Ada sekitar 186 ibu yang kami layani," ucap dia.

"Insya Allah akan mengurangi kejadian baby boom (ledakan angka kelahiran) di waktu sembilan bulan ke depan," harapnya.

Tidak hanya itu, Soerjati memprediksi, di tengah Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini banyak pasangan keluarga usia subur yang memilih berdiam diri di rumah atau di kamar saja.

Hal itu, kata dia, membuat pasangan keluarga di usia subur lebih intens bersama di dalam kamar dan bisa saja melakukan hubungan seksual.

"Mungkin saja pasangan usia subur saat ini kondisi orangnya negatif virus corona tapi istrinya positif, ya positif hamil," tutupnya.

Dua Warga Kecamatan Semen Positif Virus Corona, Jumlah Kasus Covid-19 di Kediri Jadi 27 Orang

Bupati Sanusi Buka Peluang Pelaksanaan PSBB di Kabupaten Malang Ditunda: Saya Harus Berhati-Hati

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved