Bahaya Makan Telur Setengah Matang, Bisa Mengancam Kesehatan Jika Terus Menerus Dikonsumsi
Ada bahaya yang bisa mengancam saat konsumsi telur setengah matang, karena dikhawatirkan masih mengandung bakteri Salmonella.
TRIBUNMADURA.COM - Telur menjadi satu di antara makanan yang kaya protein.
Selain mengandung protein tinggi, telur juga mudah ditemukan.
Ada banyak cara mengolah telur menjadi makanan.
Tidak sedikit pula orang yang menyukai mengonsumsi telur setengah matang.
Dibanding telur matang, cara masak telur setengah mateng tentu lebih mudah dan cepat.
Baca juga: Cara Mengembalikan Akun Instagram yang Dihack, Pastikan Punya Kode Angka Rahasia di Kontak Pribadi
Baca juga: 10 Kebiasaan Buruk Penyebab Baterai HP Cepat Habis dan Boros, Jangan Diulangi Lagi Ya
Baca juga: Daftar HP yang Tidak Bisa Lagi Menggunakan WhatsApp, Pengguna Android dan Apple Wajib Cek

Namun ada bahaya yang bisa mengancam saat konsumsi telur setengah matang.
Telur yang tidak dimasak hingga matang dikhawatirkan masih mengandung bakteri Salmonella.
Bakteri ini bisa masuk ke dalam telur akibat ayam yang terinfeksi oleh bakteri Salmonella dari lingkungannya.
Bakteri ini pun berkembang di dalam tubuh ayam.
Sayangnya, meski sudah terinfeksi, ayam tidak menunjukkan sakit sehingga sulit untuk mendeteksi telur dari ayam mana yang mengandung Salmonella.
Selain itu, telur juga dikeluarkan dari tubuh induk ayam melalui saluran yang juga digunakan untuk mengeluarkan feses.
Hal ini juga bisa menyebabkan kulit telur bisa menjadi sumber Salmonella.
Bukan hanya feses ayam, kulit telur juga bisa terkontaminasi akibat kontak dengan lingkungan, udara, pakan, dan peralatan yang kotor.

Baca juga: Cara Membayar Pajak Kendaraan Bermotor secara Online, Bisa Urus Perpanjangan STNK hingga Info Pajak
Baca juga: Cara Membuat SIM Baru saat Pandemi Covid-19, Simak Syarat dan Prosedurnya Berikut
Memang tidak bisa menjamin semua telur bersih dari Salmonella yang dapat mengakibatkan infeksi Salmonellosis.
Dilansir dari 1health.id, infeksi Salmonellosis ditandai dengan gejala berupa pusing, muntah, sakit perut bagian bawah, hingga diare.