Virus Corona di Jawa Timur
RSUD dr Soetomo Gelar Simulasi Vaksinasi Covid-19 Pekan Depan, Fasyankes Sediakan Alat Anafilaktif
Program vaksinasi di Jawa Timur rencananya akan dilaksanakan mulai pekan depan, tepatnya pada Kamis (14/1/20210).
Penulis: Fatimatuz Zahroh | Editor: Elma Gloria Stevani
TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Program vaksinasi di Jawa Timur rencananya akan dilaksanakan mulai pekan depan, tepatnya pada Kamis (14/1/20210).
Setelah pelaksanaan vaksinasi dilakukan di tingkat provinsi, maka berikutnya fasyankes di setiap kabupaten kota juga akan melakukan vaksinasi.
Untuk itu, Ketua Tim Kuratif Satgas Covid-19 Jatim Joni Wahyuhadi mengatakan pada Senin 11 Januari 2021 mendatang, RSUD dr Soetomo akan menggelar simulasi vaksinasi.
Baca juga: Unair Berduka, dari 62 Penumpang 1 Alumninya Jadi Korban Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182
Baca juga: Mulai Senin Ada Pembatasan Kegiatan Masyarakat, Layanan Kantor Imigrasi Malang Ditutup Sementara
Baca juga: Satu Kru Sriwijaya Air SJ 182 yang Hilang Kontak Berasal dari Surabaya, Sang Ibunda Memohon Doa
Baca juga: Para Penyintas Covid-19 di Desa Sukorejo Kabupaten Gresik akan Didata untuk Donor Plasma Konvalesen
Hal ini dilakukan untuk persiapan pelaksanaan vaksinasi pertama Jatim yang akan dilakukan pada 14 Januari 2021 di RSUD dr Soetomo.
"Senin kita akan simulasi vaksinasi di RSUD dr Soetomo. Dan kami dalam rakor kemarin juga sampaikan pada pemkab dan pemkot untuk menunjuk RS mana di daerahnya yang akan dilakukan simulasi. Karena dengan melakukan simulasi, akan tau apa yang kurang," tegasnya.
Tidak hanya itu, Joni juga menegaskan bahwa setiap fasyankes yang melakukan imunisasi vaksin Covid-19 harus teliti betul dalam menyiapkan sarana dan prasarana.
Khususnya guna mengantisipasi kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).
"Harus dipersiapkan betul. Setiap pelayanan fasyankes yang melaksanakan vaksinasi harus menyediakan alat anafilaktif. Untuk mengantisipasi dampak fatal, seperti sesak," kata Joni.
Itu sebabnya setiap orang yang akan divaksin akan dilakukan prosedur lebih dulu. Mulai dari cek identititas dan veirifkasi, juga lembar kebersediaan divaksin. Negara ingin agar vaksinasi dilakukan oleh sasaran dengan sukarela.
Tidak hanya itu, setiap fasyankes juga diwajibkan untuk menyediakan ruang observasi pasca disuntik vaksin Covid-19.
Para tenaga medis nantinya juga harus paham betul apa saja yang diobservasi hingga 30 menit setelah vaksinasi.
"Tekait KIPI, sebenarnya sudah dilakukan konsep penanganan yang holistik. Masyarakat tidak perlu khawatir. Kalau terjadi hal yang tidak diinginkan sepetti infeksi dan lain lain akibat vaksinasi, semua sudah disiapkan sistemnya," tegas Joni.
Meski begitu Joni yang juga Dirut RSUD dr Soetomo Surabaya menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 Sinovac yang akan segera didistribusikan ke masyarakat sudah dipastikan aman.
Karena sudah uji klinis tahap ketiga. Sebab dikatakan dokter spesialis bedah saraf ini, vaksin yang telah melalui uji klinis tahap dua sudah dipastikan aman.
Baca juga: Penumpang Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Istri dari Anggota TNI AU Dikenal Rajin Salat dan Baik Hati
Baca juga: Tangis Pilu Nani Zarkasih, Anak dan 2 Cucu Jadi Penumpang Sriwijaya Air SJ 182: Semoga Ada Keajaiban
Baca juga: Ini Sosok Diego Mamahit, Kopilot Sriwijaya Air SJY182 yang Diduga Jatuh di Perairan Kepulauan Seribu
Baca juga: Titik Terang Lokasi Hilangnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Tanda-Tanda di Laut Jadi Petunjuk
"Kalau sudah tahap tiga itu tinggal efektif atau tidaknya saja. Jadi sebenarnya aman. Namun tokoh diajukan untuk divaksin pertama adalah untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat, Pak Presiden kan juga divaksin pertama," tegas Joni.