Breaking News:

Berita Pamekasan

Terdakwa Pengancaman Pembunuhan Mahfud MD Divonis Ringan, Ada Peran Besar Menkopolhukam: Beri Maaf

Menkopolhukam, Mahfud MD memberikan maaf kepada terdakwa pengancaman pembunuhan Aji Dores.

Humas Kemenko Polhukam
Menko Polhukam Mahfud MD mengikuti upacara perayaan kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia di Istana mengenakan baju Sakera. 

Reporter: Kuswanto Ferdian | Editor: Ayu Mufidah KS

TRIBUBMADURA.COM, PAMEKASAN - Terdakwa pengancaman pembunuhan sekaligus anggota sekelompok orang pelaku persekusi yang mendatangi rumah ibunda Mahfud MD, Aji Dores, divonis hukuman 7 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Surabaya, Selasa (23/3/2021).

Putusan hakim kepada Aji Dores ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Sebelumnya, Aji Dores dituntut 1 tahun penjara dan didakwa secara alternatif melakukan tindak pidana.

Baca juga: BERITA MADURA TERPOPULER: Maling Sapi Dipergoki Korbannya hingga Penangkapan Muncikari Pamekasan

Baca juga: Wujudkan Pamekasan Berdaya Saing Tinggi, Bupati Baddrut Tamam Ajak Seluruh Stakeholder Berkolaborasi

Baca juga: Demo di Depan Kantor Dinsos Sumenep, Aktivis Mahasiswa Tuding Dinas Sosial Main Mata Soal BPNT

Meliputi, kesatu: penghasutan untuk melakukan tindak pidana (Pasal 160 KUHP; atau kedua: perbuatan tidak menyenangkan (Pasal 335 ayat (1) KUHP; atau Ketiga: kekarantinaan kesehatan (Pasal 93 jo 9 UU No. 6 Tahun 2018).

Aji Dores mendapat vonis ringan dari majelis hakim, salah satunya berkat pemberian maaf dan permohonan Mahfud MD.

Mahfud MD meminta agar Aji Dores mendapat hukuman yang ringan.

Keponakan Mahfud MD, Firman Syah Ali mengatakan, dalam surat yang ditujukan Menkopolhukam, Mahfud MD ke Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya, sejak awal sudah memaafkan terdakwa.

Menurut dia, pamannya sejauh menyangkut hak pribadinya, tidak pernah mengadukan atau melaporkan perbuatan terdakwa kepada aparat penegak hukum.

"Sejauh menyangkut pribadi paman saya, sejak awal Mahfud MD sudah memaafkan terdakwa sehingga apabila nantinya terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan Penuntut Umum, maka saya berharap permaafan saya ini bisa dijadikan pertimbangan untuk meringankan hukuman bagi yang bersangkutan," ujar Firman Syah Ali mengutip isi surat Mahfud MD dalam surat permohon yang diajukan ke PN Surabaya sebelum sidang putusan, Kamis (25/3/2021).

Baca juga: Polres Pamekasan Gelar Pelatihan dan Sosialisasi Tata Cara Pelayanan Prima, Strategi Menuju WBBM

Baca juga: Berkas Perkara Kasus Pemalsuan LPJ yang Melibatkan Mantan Kades di Sampang Masuk Ke Meja Kejaksaan

Kata pria yang akrab disapa Cak Firman ini, perkara yang menjerat Aji Dores merupakan delik umum dan bukan delik aduan.

Mengacu dari delik itu, perkara Aji Dores tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan aparat penegak hukum untuk diselesaikan secara hukum berdasarkan hukum yang berlaku.

Sebelumnya, Aji Dores diamankan Polda Jawa Timur pada awal Desember 2020 lalu.

Ia adalah salah satu pelaku persekusi rumah Ibunda Mahfud MD yang juga meneriakkan ancaman pembunuhan pada Selasa (1/12/2020) sekitar pukul 15.00 WIB.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved