Breaking News:

Berita Malang

Tak hanya Cabuli Belasan Siswa Laki-Laki, Guru di Malang Juga Tersandung Kasus Dugaan Ijazah Palsu

Tersangka kasus pencabulan siswa laki-laki di Kabupaten Malang diduga menggunakan ijazah palsu saat melamar pekerjaan.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Ayu Mufidah Kartika Sari
TRIBUNMADURA.COM/AMINATUS SOFYA
Press Rilis guru cabul di sebuah SMP di Kabupaten Malang, Sabtu (7/12/2019). 

Tersangka kasus pencabulan siswa laki-laki di Kabupaten Malang diduga menggunakan ijazah palsu saat melamar pekerjaan

TRIBUNMADURA.COM, MALANG - Tersangka kasus pencabulan 18 siswa SMP di Kabupaten Malang, CH, diduga tidak hanya melakukan hal tak senonoh.

CH juga diduga menggunakan ijazah palsu saat melamar pekerjaan.

Hasil penyelidikan polisi di perguruan tinggi (PT) yang tercantum dalam ijazah yang diaku CH, tak ada namanya dalam daftar penerima ijazah.

Kebelet Pipis Malam-Malam, Anggota Polisi Kaget Ada Bayangan Mondar-Mandir di Depan Kamar Mandi Kost

Dua Pria Surabaya Lagi Asyik Berduaan di Kamar Kost, Mengundang Kecurigaan hingga Digerebek Polisi

Sudah Punya Anak & Istri, Guru Malang yang Cabuli 18 Siswa Laki-Laki Ternyata Penyuka Sesama Jenis

“Setelah muncul laporan ini kami lakukan pengecekan. Tersangka saat melamar mengaku berijazah S1 dengan jurusan bimbingan konseling," kata Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, Sabtu (7/12/2019).

"Tetapi setelah kami kroscek ke universitas yang bersangkutan, tidak mengeluarkan ijazah atas nama tersangka," sambung dia.

"Sehingga kami duga dia menggunakan surat palsu untuk membuat lamaran ke sekolah ini,” tambahnya.

AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan, CH mengirim surat lamaran sekolah pada Desember 2015 silam.

Pada tahun 2016, pihak sekolah menerima lamaran dan menempatkan sebagai staf pembantu.

Guru di Malang Cabuli 18 Siswa Laki-Laki, Ngaku Butuh Sperma hingga Rambut Kemaluan untuk Disertasi

Kepala Sekolah SD Ditemukan Tewas di Mobil Toyota Avanza, Tak Pakai Celana dan Ada Noda Bekas Sperma

Press rilis pencabulan yang dilakukan oleh guru BK SMP di Mapolres Malang, Sabtu (7/12/2019).
Press rilis pencabulan yang dilakukan oleh guru BK SMP di Mapolres Malang, Sabtu (7/12/2019). (TRIBUNMADURA.COM/AMINATUS SOFYA)

Perjalanan karier CH naik setelah tahun 2017 diberi SK oleh kepala sekolah dan diangkat menjadi guru BK.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved