Virus Corona di Surabaya

Pemkot Surabaya Terima 15 Ribu APD dan 2 Ribu PCR dari Kemenkes untuk Penanganan Covid-19

Pemkot Surabaya menerima bantuan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan berupa 4000 reagen, 15 ribu APD dan 2 ribu alat tes swab PCR.

Humas Pemkot Surabaya
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat menerima bantuan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI berupa 15 ribu alat pelindung diri (APD) dan 2 ribu alat tes swab jenis polymerase chain reaction (PCR) dan kit untuk penanganan warga yang terpapar COVID-19 di Balai Kota Surabaya, Sabtu (2/5/2020). 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya menerima bantuan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan RI berupa 4000 reagen, 15 ribu Alat Pelindung Diri (APD) dan 2 ribu alat tes swab jenis polymerase chain reaction (PCR) untuk penanganan warga yang terpapar Covid-19.

Bantuan itu datang berangsur-angsur. Reagen dari Kementerian Kesehatan RI itu datang bertahap, masing-masing dua ribu pada Kamis (30/4/2020) malam dan pada Sabtu (2/5/2020).

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara mengatakan, dengan bantuan alat kesehatan itu diharapkan dapat segera memutus mata rantai Covid-19, sebab akan memudahkan pemilahan antara yang negatif dan positif.

Suami Gerebek Istri Berduaan dengan Selingkuhan, Berujung Seperti Cerita dalam Drama Sinetron

Penerapan Hukuman Pidana Jadi Langkah Terakhir Polisi bagi Warga yang Langgar Aturan PSBB Surabaya

Rapid Test Pelanggar PSBB Surabaya Ada yang Reaktif, Polisi Imbau Warga Jangan Nongkrong di Warkop

"Pemeriksaan masif bagi OTG, ODP dan PDP disesuaikan dengan data Pemkot, akan terus dilakukan," kata Febri.

Dia pun mengungkapkan, bakal segera menindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan terhadap ODP (orang dalam pemantauan), PDP (pasien dalam pengawasan) OTG (orang tanpa gejala) Covid-19. Sehingga diharapkan dapat memutus mata rantai persebaran virus corona.

Bantuan yang diterima itu, didistribusikan sesuai dengan jumlah rumah sakit rujukan. Selanjutnya, reagen itu akan dibagikan kepada tenaga kesehatan per rumah sakit.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, bantuan reagen yang sudah datang itu segera diprioritaskan untuk pasien terlebih dahulu. Sementara untuk kebutuhan tenaga medis dilakukan sebagian dan menunggu bantuan yang akan datang lagi.

"Untuk sementara mungkin tenaga medisnya perwakilan dulu, sambil tunggu yang belum datang," ungkapnya.

82 Pelanggar Terjaring Razia Jam Malam PSBB Surabaya, 5 Orang Reaktif Covid-19, Langsung Karantina

5 Orang Terindikasi Positif Covid-19 saat Rapid Test, 82 Warga Surabaya Terancam 1 Tahun Penjara

Gedung Bhara Dhaksa Disemprot Disinfektan Setelah Dijadikan Lokasi Rapid Test Corona Warga Surabaya

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved