Virus Corona di Surabaya

Hasil Rapid Test 30 Pedagang Pasar Simo & Simo Gunung Surabaya: 5 Orang Dinyatakan Reaktif Covid-19

Lima orang pedagang di Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung diketahui reaktif Covid-19 setelah mengikuti rapid test pada Kamis (7/5/2020).

TRIBUNMADURA.COM/SUGIHARTO
Anggota Satpol PP Kota Surabaya memasang garis Polisi Pamong Praja di Pasar Simo Surabaya, Kamis (7/5/2020). Penutupan Pasar Simo terkait diketahui ada pedagang terpapar Covid-19. 

TRIBUNMADURA.COM, SURABAYA - Lima orang pedagang di Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung diketahui reaktif Covid-19 setelah mengikuti rapid test pada Kamis (7/5/2020).

Rapid test tersebut  digelar setelah sebelumnya di pasar tersebut didapati temuan kasus Covid-19.

Pasangan suami istri pemiliki stan serta rumahnya berada di dekat pasar diketahui positif Corona.

Kepala Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan rapid test itu dilakukan secara acak.

Presiden Jokowi Perintahkan Tim Gugus Tugas Covid-19 Pusat Bantu Penanganan Corona di Jawa Timur

Tanggapi Soal SE Gugas Tugas Covid-19, Gubernur Khofifah Sebut Transportasi Jatim Tinggal 20 Persen

10 Hari Penerapan PSBB Surabaya Raya, Khofifah Ajak Masyarakat Disiplin Patuhi Protokol Kesehatan

Ada 20 pedagang di Pasar Simo yang dirapid test. Sedangkan di Pasar Simo Gunung 10 pedagang.

"Ada beberapa pedagang yang hasilnya reaktif," kata Agus Hebi Djuniantoro, Kamis (7/5/2020) malam.

Dari lima pedagang yang reaktif itu, seorang merupakan pedagang di Pasar Simo dan empat lainnya di Pasar Simo Gunung.

Selain itu, ternyata juga dikabarkan satu orang PKL di sekitar pasar Simo dinyatakan reaktif juga, namun dari hasil rappid testnya yang digelar kemarin.

Hebi mengungkapkan, rencana awal pihaknya bersama jajaran terkait hanya berniat menutup sementara dua pasar itu, dengan syarat tidak ditemukan pedagang reaktif saat digelar rapid test.

Namun, rapid test yang menunjukkan temuan reaktif, maka karantina terbatas selama dua minggu harus diambil sebagai bentuk upaya memutus mata rantai persebaran virus corona.

Dua minggu itu, terhitung sejak Selasa (7/5/2020) ini hingga 20 Mei 2020.

Usulan Bansos Tunai Kemensos Ditutup, Emil Dardak Minta Kabupaten/Kota Urus Bantuan Pemprov Jatim

Hasil Rapid Test Corona Tak Akurat, Gugus Tugas Jatim: Validitasnya 62,9 Persen

Harga Gabah dan Beras di Tingkat Penggilingan Turun, Wagub Emil: Tren Berulang Setiap Tahun

Keputusan itu, juga merupakan hasil koordinasi antara Dinkes Surabaya, Dinas Sosial, Satpol PP, Bagian Perekonomian dan Usaha Daerah, PD Pasar Surya, Camat Sawahan, dan Camat Sukomanunggal.

“Sesuai protokol, langkah ini yang harus kami lakukan, tadi mulai pukul 12.00 WIB dua pasar ini mulai tidak dioperasionalkan,” terang Hebi.

Sedangkan untuk keamanan selama pasar dikarantina, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan, pihaknya bakal meminta personel tambahan, selain dari petugas yang ditunjuk Direksi PD Pasar Surya Surabaya.

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Elma Gloria Stevani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved